Perusda
Bank SUlsel Bar

Selain Culik Anaknya Sendiri, Ini Pelanggaran Jorge

on 7/2/18 Oleh Baba Duppa
Selain Culik Anaknya Sendiri, Ini Pelanggaran Jorge
Sekertaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Polisi Napoleon Bonaparte (kiri) bersama Kepala Bagian Konsuler Kedutaan Besar Republik Argentina Martin Costanzo (kanan) saat berada di Mapolda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar Sulawesi Selatan, Rabu 07 Februari 2018. [Foto: Baba Duppa / KabarMakassar.com]

KabarMakassar.com --- Jorge Gabriel Langone dan Candela diamankan aparat Kepolisian dari Polda Sulawesi Selatan. Jorge ditangkap karena menculik anaknya sendiri Alum Avanos tujuh tahun.

Selain kasus penculikan yang melibatkan sejumlah negara diantaranya Argentina, Jorge dan Candela ditahan karena diduga melakukan pelanggaran hukum yakni masuk ke Wilayah Indonesia secara Ilegal.

"Terhadap Jorge dan Candela belum diserahkan ke Argentina dan kini ditangani Polda Sulsel dan pihak imigrasi karena ada indikasi pelanggaran imigrasi yang dilanggar keduanya," Terang Sekertaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Polisi Napoleon Bonaparte di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar Rabu 07 Februari 2018.

Sebelumnya, Jorge dan Candela dikenakan Red Notice atau permintaan untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang dianggap terlibat dalam kasus kriminal.

Red Notice ini dikeluarkan oleh Interpol Prancis atas permintaan pihak Argentina.

"Jorge dan Teman wanitanya candela itu dikenakan red notice dari Interpol Prancis. Dua red notice dikenakan kepada keduanya yakni permintaan kepada seluruh anggota interpol dunia termasuk Indonesia untuk amankan dan tangkap keduanya sementara selama 20 hari untuk proses selanjutnya," Lanjut Brigjen Polisi Napoleon.

Selain red notice, Interpol juga mengeluarkan Yellow Notice untuk Alum.

"Untuk Alum, itu interpol mengeluarkan yellow notice atau notice kuning berbeda bukan untuk ditangkap. Tidak dilakukan penangkapan kepada anaknya hanya kepada hanya Jorge dan Candela. Anaknya justru dilakukan pengamanan dan penyelamatan," Ungkap Napoleon.

Alum yang dilaporkan diculik sekitar 8 bulan lalu ini ditemukan di Kecamatan Kesu Kabupaten Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa 06 Februari 2018. Alum ditemukan setelah empat hari berada di Tanah Toraja.

Alum diculik ayahnya di sekolah di Argentina pada Juni 2017 lalu. Bersama dengan ayah dan pasangan ayahnya, Alum diajak berkeliling negeri diantaranya Bolivia, Brazil, Malaysia dan Indonesia.

Pencarian Alum dilakukan atas dasar permintaan NCB Interpol dan Kedutaan Besar Argentina bekerjasama dengan Interpol Prancis yang mengeluarkan Red Notice untuk mengamankan menangkap ayah dan pasangan ayah Alum terkait permintaan bantuan pencarian korban penculikan.

Untuk masuk ke Indonesia, mereka menggunakan jalur laut yakni rute Batam, Jakarta dan Makassar kemudian Tana Toraja. Dari Makassar mereka berjalan kaki selama delapan hari hingga tiba di tanah Toraja.

Setelah Polda Sulawesi Selatan  menyerahkan Alum ke Pihak Sekretariat NCB Interpol Indonesia dan selanjutnya diserahkan ke Kedutaan Besar Argentina yang nantinya mempertemukan Alum dengan Ibu kandungnya Elizabeth Avalis.

Sementara itu, Jorge Gabriel Langone dan  Candela Guitierrez akan diserahkan ke Petugas Imigrasi Klas I Makassar untuk proses lebih lanjut. Karena diduga keduanya telah melanggar hukum dimana mereka masuk ke Wilayah Negara Indonesia secara ilegal.

Sebelumnya, Jorge Gabriel Langone kabur dari Argentina bersama teman wanitanya.  Jorge juga membawa anaknya Alum dan mendatangi sejumlah negara.

Jorge meninggalkan  Argentina  usai perceraian dengan ibu Alum, Elizabeth Avalis. Sementara Hak asuh Alum diberikan kepada Elizabeth. (*)