Perusda
Bank SUlsel Bar

Ini Kesaksian Guru SDN Seseng Terkait Pungli Sekolah

on 13/10/18 Oleh Redaksi
Ini Kesaksian Guru SDN Seseng Terkait Pungli Sekolah
Agustina, Guru Pustakawan SDN 177 Se'seng saat ditemui reporter KabarMakassar.com di Kec. Bittuang, Tana Toraja, Sabtu, 13/10. [Foto: Andarias Padaunan / KabarMakassar.com ]

KabarMakassar.com -- Salah satu tenaga pengajar SDN 177 Se'seng di Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja akhirnya memberikan kesaksian terkait polemik pungutan seragam sekolah.

"Memang benar saya yang ditempati siswa membayar pakai seragam batik dan baju olahraga," kata Agustina, Guru Pustakawan SDN 177 Se'seng saat ditemui reporter KabarMakassar.com di Bittuang, Tana Toraja, Sabtu, 13 Oktober 2018

Perempuan berusia 37 tahun ini mengaku menyesal telah menarik pungutan seragam dari sejumlah siswa di sekolah yang terletak di pelosok Bittuang, Kabupaten Tana Toraja.

"Seandainya saya tahu itu masuk kategori pungli. Saya tidak mungkin melakukannya. 
Tugas saya hanya menulis dan menyetor ke kepala sekolah," keluhnya

Dia mengaku hanya menjalankan perintah Kepala Sekolah agar menerima pembayaran dari siswa.

"Sesuai perintah atasan saya yakni kepala sekolah agar melakukan pungutan ke siswa. Maka saya lakukan," ucapnya.

Adapun keuntungan dari pengadaan baju seragam batik dan baju olahraga siswa, dia mengaku tidak tahu.

"Masalah tempat dimana dibeli itu baju. Semua di fasilitasi kepala sekolah. Soal ada keuntungan atau kerugian saya tidak tahu," tuturnya.

Dia menyebutkan jumlah siswa yang sudah membayar baju batik sebanyak 127 siswa dengan jumlah uang sekitar Rp10 juta lebih.

"Uang tersebut sudah saya serahkan kepada pimpinan saya (Kepala sekolah). Baru baju batik yang dibayar. Sedangkan baju olahraga, belum ada siswa yang bayar," bebernya.

Ditambahkannya harga satu lembar baju batik yang dipungut sebesar Rp80 ribu . Demikian juga denga harga baju olahraga  setiap siswa.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Anton Toding telah mengakui adanya pungutan liar yang dilakukan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 177 Se'seng.

"Dari awal kami sudah minta tak ada pungutan dalam bentuk apapun. Ini sudah komitmen Bupati sejak awal menjabat. Tidak boleh ada pungutan di sekolah-sekolah," kata Anton saat melakukan kunjungan ke SDN Se'seng bersama reporter KabarMakassar.com, Jumat, 12 Oktober kemarin

Anton Tuding telah meminta agar seluruh Kepala Sekolah termasuk Kepsek SDN Se'seng yang telah melakukan pungutan agar mengembalikan dana orang tua siswa.