Perusda
Bank SUlsel Bar

Kepsek di Tator Diminta Kembalikan Uang Pungutan Seragam

on 12/10/18 Oleh Hendra N. Arthur
Kepsek di Tator Diminta Kembalikan Uang Pungutan Seragam
Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Anton Toding di sela-sela kunjungannya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 177 Se'seng yang terletak di Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja, Jumat, 12/10/2018. Foto: Andarias

KabarMakassar.com -- Dinas Pendidikan Tana Toraja telah mengakui adanya pungutan seragam yang dilakukan Kepsek Sekolah Dasar Negeri (SDN) 177 Se'seng yang terletak di Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja.

Hal ini seperti pengakuan Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Anton Toding yang telah meminta agar seluruh Kepala Sekolah termasuk Kepsek SDN Se'seng agar mengembalikan dana pungutan orang tua siswa.

"Kami imbau kepada seluruh guru, kepala sekolah agar tidak melakukan pungutan sekolah. Apapun itu bentuknya. Ini sudah sejak awal pak Bupati menjabat. Tidak pernah memperbolehkan adanya pungutan di sekolah-sekolah," kata Anton saat melakukan kunjungan ke SDN Se'seng bersama reporter KabarMakassar.com, Jumat, 12 Oktober 2018 hari ini.

Dia mengaku Kepsek SDN 177 Se'seng telah diperintahkan untuk mengembalikan seluruh dana pungutan baju sekolah yang diambil yang sejumlah orang tua murid.

"Ada 47 atau 43 siswa yang dananya sudah dikembalikan kemarin. Adapun sanksinya akan dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku," ucap Kadis Pendidikan Tana Toraja kepada reporter KabarMakassar.com hari ini.

Selengkapnya simak : Klarifikasi Disdik Tator

Sebelumnya hasil monitoring yang dilakukan Tim Saber Pungli Tana Toraja juga menemukan dan memeriksa SMP Negeri 1 Makale dengan salah satu SMP Kristen di Makale. 

Kepala Inspektorat Tana Toraja Damoris Sambiring menjelaskan SMP Negeri 1 Makale ditemukan melakukan pungutan terhadap siswanya dengan alasan membeli baju olahraga dan seragam batik. 

Hal ini dibenarkan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Makale, Herman Tahir saat dikonfirmasi jurnalis KabarMakassar.com yang bertugas di Toraja, Sabtu, 6 Oktober 2018.

"Ia benar saya melakukan pungutan kepada siswa sebanyak Rp75 ribu untuk membeli baju olahraga dan Rp95 ribu untuk membeli baju batik," tegas Herman Tahir saat dihubungi KabarMakassar.com

Di tempat terpisah Kepala Sekolah SMP Kristen Makale, Yotam yang dihubungi melalui telepon selulernya menolak memberikan konfirmasi hasil temuan inspektorat itu.

"Maaf saya tidak bisa komentar karena ini sementara di tangani Polres Tator. Jadi kalau bapak butuh data silahkan ke Polres saja bertanya," ucap Kepsek kepada KabarMakassar.com.

Sementara itu, salah satu Siswa SMP Kristen 1 Makale yang biasa disapa Anto ini mengaku pungutan uang seragam bervariasi disini.

"Ada yang diminta Rp85 ribu, Rp130 ribu sempai Rp130 ribu disini. Harganya macam-macam tergantung apa pekerjaan orang tuanya," kata siswa yang enggan menyebut nama lengkapnya ini. (*)