Perusda
Bank SUlsel Bar

Ukiran Toraja Dipersoalkan, Hotel Four Points Buat Klarifikasi

on 10/1/18 Oleh Hendra N. Arthur
Ukiran Toraja Dipersoalkan, Hotel Four Points Buat Klarifikasi
Ini motif ukiran toraja yang dianggap keliru dimanfaatkan pihak pengelola Hotel Four Points Makassar. Terkait protes tokoh dan masyarakat adat toraja yang merasa simbol ritual mereka dijadikan karpet hotel. [Foto: Kabar Toraja]

KabarMakassar.Com, Toraja --- Hotel Four Points Makassar akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik ukiran Toraja yang berada di lantai 1 hotel berbintang tersebut dianggap di salah gunakan oleh manajemen hotel.

Pihak menajemen menjelaska ukiran yang menyerupai ukiran Toraja “Pa’rapuan” itu ternyata menjadi logo milik hotel tersebut.

Marketing Communication (Marcom) Hotel Four Points Makassar, Hardika Prayogo Rivai mengatakan jika ukiran yang berada di lantai satu hotel tersebut adalah lambang atau logo dari Four Points. Dimana lambang tersebut adalah model dari kincir angin.

“Kami dari pihak hotel sama sekali tidak bermaksud menyalahgunakan lambang kode etnik dari sebuah kebudayaan, gambar yang tertera di karpet kami itu adalah lambang dari Hotel Four Points by Sheraton kami sendiri” kata Dika sapaan akrab Marcom Four Points Hotel.

Terkait konfirmasi itu, General Manager Hotel Four Points, Lasta Arimbawa belum bisa memberikan keterangan karena masih berada di luar kota. "Maaf pak, saya lagi diluar kota," demikian jawaban singkat Lasta Arimbawa saat di konfirmasi redaksi KabarMakassar.com. 

Sebelumnya Pemerhati Budaya Toraja mengkritisi karpet yang menyerupai ukiran Toraja “Pa'Rapuan” di lantai dasar hotel berbintang empat tersebut. Dimana sebelumnya diberitakan KabarToraja.com jika ukiran tersebut menuai protes karena Hotel Four Points Makassar menepatkannya di lantai dasar.

Pemerhati Budaya Toraja, Belo Tarran sebelumnya mengatakan jika sangat tidak etis jika karpet berukir toraja tersebut ditempatkan di lantai, karena diinjak setiap yang melintas. “Kami salut terhadap manajemen tersebut yang mau memperkenalkan Toraja lewat ukiran. Tapi bagi saya kurang etis, karena dijadikan karpet yang akibatnya diinjak oleh setiap orang yang melaluinya,” tegas Belo.

Namun hal tersebut diklarifikasi pihak hotel, jika lambang tersebut memang menyerupai ukiran Toraja. Namun ukiran yang dimaksud adalah logo atau lambang hotel Four Points yang tertera di karpet, baik di lantai dasar hingga di kamar hotel tersebut.(*)

Penulis: Fritz V. Wongkar