Perusda
Bank SUlsel Bar

Bupati Tator Diminta Hentikan Pungutan Sekolah

on 8/10/18 Oleh Hendra N. Arthur
Bupati Tator Diminta Hentikan Pungutan Sekolah
Legislator Demokrat Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis. [Foto: ist]

KabarMakassar.com -- Legislator Demokrat Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis mendesak Bupati Tana Toraja menyelesaikan polemik pungutan sekolah yang terjadi di daerah Bumi Lakipadada itu

Hal ini ditegaskan Andi Januar Jaury terkait laporan kasus pungutan sekolah sudah menjadi pembahasan di tingkat provinsi Sulawesi Selatan.

Dia menilai minimnya anggaran pengawasan di sektor pendidikan yang dialokasikan Pemkab Tana Toraja menjadi penyebab utama maraknya pungutan sekolah seperti temuan Tim Saber Pungli Tana Toraja.

"Persoalan pendidikan di sejumlah Kabupaten/kota di Sulsel memang masih terjadi. Jika temuan pungutan masih ada. Jelas sistem pengawasan daerah yang lemah," kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel saat dikonfirmasi KabarMakassar.com di Makassar, Senin, 8 Oktober 2018.

Dia mengaku akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang berkompeten termasuk meminta fraksi demokrat Tana Toraja mengawal hasil temuan pungutan sekolah ini

"Kami tidak mau kasus ini mencoreng sistem pendidikan di Sulawesi Selatan. DPD Demokrat akan melakukan koordinasi termasuk meminta Fraksi Demokrat Toraja menindaklanjuti permasalahan itu," ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mengucurkan anggaran tim Sapu Bersih Pungutan Liar atau Saber Pungli sebesar Rp253 juta yang bersumber dari APBD Tana Toraja Tahun Anggaran 2018.

Tim Saber Pungli yang melibatkan pihak Polres Tator dan Kejaksaan Negeri Makale ini dianggarkan untuk melakukan pembinaan bagi pelaku yang ditemukan melakukan pungutan liar.

Kepala Inspektorat Tana Toraja Damoris Sambiring mengatakan alokasi dana itu dialokasikan untuk sosialisasi Tim Saber pungli ke sekolah- sekolah, desa dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Tana Toraja Johanis Kamben saat dikonfirmasi KabarMakassar.com, Senin, 8 Oktober 2018 membantah jika Bupati Tana Toraja memberikan ijin pungutan yang dilakukan sejumlah sekolah di Tana Toraja.

"Pak Bupati tidak pernah mengijinkan pungutan sekolah. Menurut Kepsek disini pak Bupati hanya memberi ijin untuk membeli seragam langsung di sekolah," tutupnya.