Perusda
Bank SUlsel Bar

Waspada Anak-Anak Korban Gempa Palu Jadi Incaran Sindikat

on 2/10/18 Oleh Fritz Wongkar
Waspada Anak-Anak Korban Gempa Palu Jadi Incaran Sindikat
(Ilustrasi)

KabarMakassar —Anak-anak korban gempa Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, kini menjadi incaran sindikat perdagangan anak di kota Makassar. Ini terbukti, ketika seorang anak sebutlah “bunga” nyaris menjadi korban sindikat tersebut.

Ceritanya bermula, ketika Bunga yang berusia 6 tahun tiba di kota Makassar setelah menumpangi pesawat hercules dari palu.

Sang anak dikabarkan terpisah dari orang tuanya di Palu, dan entah kenapa ia ikut rombongan pengungsi pada tanggal 29 September ke Makassar, sehari pasca tsunami.

Di Makassar, sang anak yang di tampung di kamp pengungsi sementara, mengalami trauma dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit.

Saat dirawat inilah, datanglah seseorang yang mengaku keluarga sang anak. “ Bunga hampir saja dibawa oleh seseorang yg mengaku keluarganya,” kata seseorang relawan.

Bunga yang masih tampak trauma juga tdk memberikan penolakan dan ia mengiyakan pengakuan pelaku.

Beruntung sebelum Korban dibawa pelaku, datanglah keluarga Bunga dan memberikan bukti-bukti otentik soal sang anak. Dan akhirnya bunga kembali ke keluarganya hari ini.

“Kejadiannya tadi siang, di salah satu lokasi pengungsi di Makassar,” kata Rahma salah seorang relawan yg mengetahui kejadian ini. Selasa 2 Oktober 2018.

Menurut dia, saat ini ada beberapa anak-anak korban gempa yang tibadi Makassar. Ia berharap para pengawas atau relawan melakukan pengawasan kepada setiap anak.

“ Anak-anak khan masih trauma jadi gampang diperdaya. Mudah-mudahan para keluarga bisa mencari anak-anaknya yang terpisah dari orang tuanya,” paparnya.

Ia khuatir ada sindikat yang memanfaatkan situasi ini.

Sekedar diketahui, gempa di Palu selain orang tua, juga menelan banyak korban anak-anak. Yang selamat sebagaian terpisah dari orang tuanya.