Perusda
Bank SUlsel Bar

Kisah Staf Humas Palu Lolos dari Tsunami

2 weeks, 2 days ago Oleh Redaksi
Kisah Staf Humas Palu Lolos dari Tsunami
Indriana Sartika seorang staf yang bekerja di bidang Humas Pemkot Palu hanya menggunakan pakaian ala kadarnya setelah lolos dari terjangan gelombang tsunami yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah. [Foto: ist]

KabarMakassar.com -- Seorang perempuan bernama Indriana Sartika mencoba menceritakan kisah pilu dirinya saat terjebak dalam gelombang tsunami yang menerjang Kota Palu Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu.  

Gempa berkekuatan 7,4 SR dan tsunami setinggi 6 meter menerjang Pantai Talise Kota Palu menyisakan duka mendalam bagi warga dan masyarakat yang mengikuti Festival Palunomoni kala itu.

Indriana adalah salah seorang staf yang bekerja di bidang Humas Kota Palu. Ibu dua anak ini berhasil selamat setelah dihantam gelombang  tsunami dan gempa yang menghancurkan hampir Seluruh bangunan di Kota Palu.

Indi sapaan akrabnya ini bercerita dalam akun media sosial miliknya bahwa pada saat kejadiaan dirinya sedang menjalankan tugasnya pada acara Festival Palunomoni 3.

Event Pemkot Palu ini dilakasanakan tepat di pinggir pantai Talise Kota Palu. 

Indi mengaku berjuang dalam air selama 30 menit dari panggung utama Festival Palunomoni. 

Tubuhnya terjebak dalam patahan longsor dan air. Ia mengaku masih melihat saudara-saudara yang di anjungan Pantai Talise terjebak longsor sampai anak-anak pun ikut terbawa arus air yang bercampur lumpur. 

Air menghempaskannya hingga ke pos Satpam Dinas Perikanan Propinsi Sulteng. Tak hanya itu ia mengaku terhempas di batang pohon dan besi sampai gerobak jualan orang pun ikut menghantamnya.

Bajunya sobek. Nyaris tanpa busana akibat hantaman keras luapan air laut itu.

Hantaman itu membuat tangan kirinya patah. Hampir seluruh tubuhnya mengalami luka memar akibat terbawa arus dahsyat itu 


Setelah terombang-ambing disapu gelombang tsunami. Ia akhirnya berhasil selamat. 

Ia mengaku harus berjalan kaki sehari semalam sehingga menemukan tumpangan sebuah mobil. 

Dalam kendaraan yang ditumpangi itu, Ia mengaku tak sadarkan diri, ketika berada di salah satu tempat pengungsian di Kota Palu. 

Sebelumnya dalam akun media sosialnya dia sempat kecewa dengan salah satu rumah sakit di Kota Palu yang menolak memberikan perawatan untuk dirinya. 

Hingga kini terlihat dari unggahan vidionya sambil terisak ia memperlihatkan kondisi dirinya yang hanya menggunakan kain seadanya untuk menutupi tubuhnya. 

Dia tampak sedih bersama nasib para pengungsi korban bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala.(*)