Perusda
Bank SUlsel Bar

Cerita Sittiara Selamat dari Reruntuhan Hotel Mercure

3 weeks, 1 day ago Oleh Fritz Wongkar
Cerita Sittiara Selamat dari Reruntuhan Hotel Mercure
Assiten II Pemkot Makassar Sittiara Kinang [Foto: rahmi/KabarMakassar.com]

KabarMakassar.com -- Gempa dan disusul gelombang tsunami menerjang Kota Palu Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu pukul 17:02 Wita, gempa berkekuatan 7,4 SR dan tsunami setinggi 6 meter menerjang pantai talise Palu dan juga Hotel Mercure yang menghadap ke pantai lepas.

Sittiara Kinang pejabat senior di Pemerintahan Kota Makassar saat itu merupakan utusan pemerintah kota Makassar untuk menghadiri pembukaan Festival Nomoni di anjungan Pantai Talise, Kota Palu pada 28 September 2018.

Tiba di hotel Mercure pukul 14:00 Wita tak jauh dari lokasi acara.

Ditemui kediamannya di Graha Hasira Permai, Kota Makassar, Assiten II Pemkot Makassar Sittiara Kinang menceritakan kepada KabarMakassar.com jika dirinya saat terjadi gempa hendak mengambil air Wudhu untuk shalat Magrib.

"Saya ambil air Wudhu untuk shalat Magrib, baru saya dandan. Dan tiba-tiba bangunan berguncang. Saya pegangan di tempat tidur, berkali-kali terlepas karena goncangan begitu besar, kita seperti di ayun. Saya pegangan, lepas, pegangan lagi." beber Sittiara, Selasa 2 Oktober 2018.

Sittiara mengaku panik saat itu dan bergegas meninggalkan ruangan hotel dan menuju keluar lobby, namun saat keluar pintu kamar hotel. Ia mengaku kaget semua orang berlarian keluar Hotel.

"Saya keluar bersama-sama orang yang ada di Hotel itu, pokoknya lari dimana bisa dapat peluang keluar hotel saat itu"ujarnya.

Lanjut Sittiara menceritakan saat berusaha keluar dari hotel dan guncangan terus dirasakan, ia nekat keluar dan menyelamatkan dirinya melalui jendela belakang hotel.

Ia bercerita kalau tak sadar berjalan diata pipa kecil hingga menuju balkon belakang Hotel.

Namun pipa yang dipijaknya tak kuat menahan berat tubuh Ibu Ira sapaan akrab Sittiara.

Akhirnya ibu Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Makassar tersebut jatuh, kepalanya membentur disebuah tembok.

Kepala Sittiara mengalami pendarahan, saat itu juga ada seorang pilot maskapai penerbangan yang sempat membantu saat Ira mengalami pendarahan di kepala.

"Saya ditolong pilot, dia kasikan saya baju dan menutupi kepala saya yang berdarah" katanya.

Ia pun menceritakan jika setelah mendapatkan pertolongan dari Pilot yang tak dikenalinya.

Sittiara kaget saat tsunami muncul pasca guncangan hebat menghantam hotel tersebut.

Posisi Ibu Ira saat itu berada di lantai 3 Hotel Mercure. Ia mengaku beryukur masih selamat saat hotel dihempas tsunami pada pukul 18:02 Wita. 

"Saya beruntung saat itu, masih selamat kasihan..beruntung kasihan selamat" cerita Sittiara sambil mengusap air matanya.

Ia pun bertahan di Hotel tersebut bersama korban lainnya yang terjebak, suasana saat itu gelap karena listrik padam dan jaringan telepon putus.

Keberuntungan kembali berpihak kepada Ibu Ira, ia mendapati dua korban selamat dari reruntuhan Hotel tersebut yang menggunakan telepon selular dengan jaringan XL.

Ia mengaku bersyukur kedua orang tersebut menolongnya untuk menghubungi keluarganya, termasuk bisa berhubungan telepon dengan Moh Ramdhan Pomanto, walikota Makassar saat kejadian tersebut terjadi sekira pukul 22:00 Wita.

Diakuinya jika yang pertama dihubungi adalah adiknya di Makassar, untuk memberikan kabar akan kondisi di Kota Palu.

"Pukul 11 malam kami tinggalkan Hotel yang sudah runtuh sebagian, beruntung kami bisa keluar dari reruntuhan itu, air saat itu kami lihat surut. Setelahnya saya dijemput keponakan saya yang tinggal di Palu" kata Sittiara.

Sittiara mengatakan, Ponakan saya Arman mengevakuasi dirinya ke pengungisan diareal masjid Agung di Palu.

Berlanjut ia meninggalkan wilayah tersebut dan menuju tempat diwilayah ketinggian di kota Palu. Ira dan korban lainnya hanya tidur di halaman Kos-kosan milik ponakannya Arman, di Jalan Dewi Sartika, Kota Palu.

Selama dua hari bertahan di pengungisan dan makan seadanya, Sittiara baru bisa meninggalkan Kota Palu dengan pesawat Hercules milik TNI AU, sekitar pukul 5 sore, bersama 169 korban lainnya yang juga ke Makassar. 

Setibanya di Makassar Sittiara di jemput oleh kerabat dan Sekda Pemkot Makassar di Lanud Galaktica Hasanuddin Makassar.

Ia juga mengaku sampai saat ini mengalami trauma dan beristirahat di rumahnya pasca gempa yang dialaminya saat mendapatkan tugas di Kota Palu.