Perusda
Bank SUlsel Bar

Aksi Kolektif Peringatan Hari Perempuan Internasional 2018

on 23/3/18 Oleh Marwah Ismail
Aksi Kolektif Peringatan Hari Perempuan Internasional 2018
(Sumber foto: Lusia Palulungan)
Kabarmaassar.com-- Memperingati Hari Perempuan Internasional (Internasional Women's Day - IWD) Program MAMPU - BaKTI akan melaksanakan serangkaian kegiatan pada hari Sabtu tanggal 24 Maret 2018 sebagai salah satu bagian dari Aksi Kolektif di antara mitra Program MAMPU, DFAT Australia dan jaringan koalisi NGO/CSO di Sulawesi Selatan. Hari Perempuan Internasional adalah sebuah event dunia merayakan pencapaian perempuan. Gerakan ini dimulai awal tahun 1900 dan disepakati untuk diperingati setiap tanggal 8 Maret. Tujuan dasar dari Hari Perempuan Internasional adalah mencapai kesetaraan gender secara utuh oleh perempuan di seluruh dunia. Masih banyak hal yang dicita-citakan kaum perempuan di seluruh dunia yang belum dapat diwujudkan. Persoalan yang timbul dari ketidakadilan gender masih banyak terjadi. Masih terdapat perbedaaan dalam hal pengupahan, terjadi pelabelan bermakna negatif bagi perempuan, menganggap perempuan di posisi rendah, beban berlipat ganda pada perempuan dan tindak kekerasan yang mengancam jiwa perempuan masih sering terjadi. Dalam peringatan International Women's Day (IWD) tahun ini, Program MAMPU BaKTI mengangkat tema “Bersinergi Mendorong Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual” dimana saat ini RUUnya sedang dibahas di DPR RI. Tema ini didasarkan pada data yang dikumpulkan oleh mitra BaKTI untuk Program MAMPU sepanjang tahun 2017 dimana tercatat jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 152 kasus, 67 kasus di antaranya adalah kasus kekerasan seksual. Sedangkan berdasarkan data Simphoni DPPPA Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan kekerasan fisik terhadap perempuan masih berada pada jumlah tertinggi yaitu sebanyak 711 kasus, kemudian diikuti dengan kekerasan fisik sebanyak 332, kekerasan seksual pada peringkat ketiga yaitu 267 kasus, penelantaran 88 kasus, penyelundupan manusia (human traficking) 10 kasus, eksploitasi 2 kasus dan lainnya lainnya 73 kasus. Masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan menggambarkan masih lemahnya perlindungan terhadap perempuan. Perempuan yang rentan atau menjadi korban tindak kekerasan menghadapi berbagai ancaman dan tantangan berat dalam pemenuhan hak akan rasa aman, hak atas layanan pendidikan dan kesehatan, atas tersedianya peluang kerja dan hak untuk dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan kehidupan bermasyarakat. Dari sisi regulasi sebenarnya sudah ada undang-undang yang mengatur dan melindungi perempuan dan anak, yaitu Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Dalam KUHP masih menyatakan bahwa kasus kekerasan seksual adalah masalah asusila dan bukan kejahatan kemanusiaan, bahkan pengaturannya sangat terbatas yaitu hanya pada perkosaan dan pencabulan. Selain itu, pengaturan yang ada selama ini belum mampu menjangkau bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi dalam masyarakat. Dengan ketidakmampuan norma hukum ini menyebabkan kasus-kasus kekerasan seksual sulit sekali untuk diselesaikan sampai ranah hukum, bahkan selama ini korban tidak memperoleh perlindungan dan pemulihan, sementara pelakunya tidak dapat dijerat hukum. Pembahasan mengenai RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) di parlemen juga masih terkendala dengan tidak disetujuinya pasal-pasal krusial dalam RUU tersebut. Untuk itu dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional perlu dilakukan satu gerakan aksi kolektif dalam menyuarakan aspirasi masyarakat di Kota Makassar terkait pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Sosial ini. Aksi kolektif ini akan dilakukan di Kota Makassar, sebagai aksi bersama masyarakat, SKPD terkait, DPR/DPRD, LSM/Ormas Perempuan dan berbagai komunitas untuk mendorong pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan menyampaikan kepada khalayak tentang pentingnya perlindungan perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Aksi Kolektif ini terselenggara atas kerjasama Yayasan BaKTI dan Program MAMPU. Aksi kolektif akan dilaksanakan pada: Hari/Tanggal : Sabtu/24 Maret 2018 Waktu : 14.00 – 21.00 Wita Tempat : Benteng Rotterdam Adapun agenda kegiatan adalah: WAKTU KEGIATAN PENGISI ACARA 14.00 – 15.20 1. Bazaar komunitas dan kuliner 2. Kunjungan booth mitra Mitra kerjasama : Konsulat Jenderal Australia di Makassar, LPA Sulsel, FJS, SPAK, AIPJ2, Kita Bhineeka, Lemina, MAUPE, Sekolah Perempuan – YKPM, HWDI Sulsel, Qui-qui, Recycle&Craft, Save the Children, Dongeng Keliling, FPMP, KPI, Dewi Keadilan, dan ICJ. 15.20 – 15.55 1. Prakata dari Direktur Yayasan BaKTI 2. Sambutan arahan oleh anggota DPR-RI 3. Sambutan dari Konsulat Jendral Australia di Makassar 4. Sambutan sekaligus pembukaan oleh Walikota Makassar 1. M. Yusran Laitupa 2. Hj. Aliyah Mustika Ilham, SE 3. Richard Mathews 4. Syamsu Rizal MI 15.55 – 17.30 Talkshow dan Deklarasi Dukungan Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Narasumber : 1. Lusia Palulungan (Yayasan BaKTI) 2. Meisy Papayungan (P2TP2A Sulsel) 3. Andi Sri Wulandani (Masika Makassar) Moderator : Luna Vidya 17.30 – 18.30 Ishoma 18.30 – 21.15 Diskusi dan Pemutaran Film “Posesif” - Pemutaran film - Diskusi bersama narasumber Narasumber : 1. Iyan Afriyani (psikolog) 2. Sartika Nasmar (Samsara) 3. Fajar Waksi (Aliansi Remaja Independen Sulawesi Selatan) Moderator : Mawar Lestari 21.15 - selesai Penutupan Sehubungan dengan itu kami mengundang seluruh media untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Demikian dapat disampaikan. Terima kasoh atas perhatian dan partisipasinya. Salam Demokrasi dan Keadilan Program MAMPU BaKTI, Koalisi NGO Sulawesi Selatan: KPI Sulawesi Selatan, AIPJ2, FPMP Sulsel, SPAK Sulsel, ICJ, HWDI Sulawesi Selatan, Dewi keadilan, YASMIB Sulselbar, YKPM Sulsel, Sekolah Perempuan, MAUPE Maros, PW Aisyiyah Sulsel, Lemina, LPA Sulsel, KitaB (Rumah Kita Bersama), Qui-qui, Recycle&Art, Dongeng Keliling, FJS (Forum Jurnalis Sanitasi), Kita Bhineka, SPRT Paraikatte, Forum Anak Maros dan Individu Perempuan Aktivis/Akademisi/Junalis. Kegiatan ini dilaksanakan oleh BaKTI bekerjasama dengan Koalisi NGO dan mitra DFAT Australia di Sulawesi Selatan. Ketua Panitia: Puspita Ratna Yanti (BaKTI) Sumber: Lusia Palulungan (Direktur MAMPU-BaKTI)