BPJS Sidrap Nonaktifkan 5 Ribu Peserta Penerima Bantuan Iuran JKN

BPJS Sidrap Nonaktifkan 5 Ribu Peserta Penerima Bantuan Iuran JKN
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidrap, Marlin Halim, (Sukardi/KabarMakassar.com).

KabarMakassar.com -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan menonaktifkan 5,2 juta bagi peserta penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan secara nasional mulai Kamis, 1 Agustus 2019 kemarin.

Sementara di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan sendiri menonaktifkan 5 ribu peserta PBI Jaminan Kesehatan.

Kebijakan ini menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2019 tentang penonaktifan dan perubahan data peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan.

"Penonaktifan dari 5,2 juta jumlah kepesertaan PBI secara nasional, di Sidrap sendiri ada sekitar 5 ribu peserta PBI dinonaktifkan", kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidrap, Marlin Halim saat ditemui kabarmakassar.com diruang kerjanya, Jumat (2/8).

Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan langsung mengganti peserta lama dengan peserta baru yang masuk daftar Data Terpadu Kementerian Sosial, mereka yang dinonaktifkan adalah yang terdaftar sejak 2014 lalu.

"Dari 5 (lima) ribu peserta yang dinonaktifkan menurut daftar Data Terpadu Kementerian Sosial khususnya Sidrap langsung diganti sekitar 700 Peserta baru yang memenuhi syarat", ungkap Marlin.

Marlin menambahkan, bila peserta yang dinonaktifkan sebetulnya mampu membayar iuran BPJS Kesehatan, peserta dapat langsung mengalihkan jenis kepesertaannya ke peserta mandiri. 

"Pilihan hak kelas rawat disesuaikan dengan pembayaran iuran," tuturnya.

Diketahui dalam konferensi pers Staf Khusus Menteri Sosial bahwa, "Peserta nonaktif tidak akan lagi memperoleh jaminan pelayanan kesehatan secara gratis. Namun, peserta tetap dapat dijaminkan kembali dengan mendaftarkan diri ke Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan setempat, mereka nanti akan menjadi peserta PBI APBD yang iurannya dijaminkan oleh pemerintah daerah," ujar Febri Hendri di kantor BPJS, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019.

Penulis : Sukardi

Editor : Fritz Wongkar