Dikenal Sebagai Pelopor Pendidikan, IYL Ternyata Pencetus Bangunan PMI Sulsel

Dikenal Sebagai Pelopor Pendidikan, IYL Ternyata Pencetus Bangunan PMI Sulsel
Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal MI turut hadir mengantarkan jenazah almarhum Ichsan Yasin Limpo (IYL) ditempat peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Islam Panaikang, Makassar, Kamis (1/8). (Foto : Isak Pasa'buan)

KabarMakassar.com -- Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal MI turut hadir mengantarkan jenazah almarhum Ichsan Yasin Limpo (IYL) ditempat peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Islam Panaikang, Makassar, Kamis (1/8).

Deng Ical sapaan akrab mantan wakil wali kota Makassar Periode 2014-2019 menyebut telah mengenal almarhum IYL sejak sebelum almarhum IYL masuk kedalam Palang Merah Indonesia (PMI).

"Saya duluan, saya sudah 13 tahun, beliau kira-kira 7 tahun. Tapi sebelumnya sudah sering berhubungan sebelum beliau ketua," ungkap Deng Ical usai menabur bunga di pusara almarhum IYL.

Lanjut Deng Ical menceritakan kisah-kisahnya dengan almarhum IYL semasa hidupnya. Dimata Deng Ical, almarhum IYL adalah sosok yang selalu menjadi panutan dalam memberi contoh ketegasan dan disiplin.

"Satu ji kejelekanya itu almarhum, sekkeki tapi diluar itu semua baik, maksudnya sekke itu karena dia tegas. Luar biasa, bisa jadi panutan, orang yang konsisten. Taro ada taro gau. Kalau sudah A, A terusmi itu," ucap Deng Ical dengan raut wajah tersenyum.

Semasa Kepemimpinanya di PMI almarhum IYL banyak gagasan dan idenya yang dikembangkan untuk membesarkan PMI, Khususnya PMI Sulsel antara lain buah tangannya bangunan Markas PMI Sulsel di jalan Lanto Dg Pasewang, Makassar.

"Pembangunan markas PMI Sulsel di Lanto Dg Pasewang, itu beliau yang inisiasi. Saya bangun di kota beliau bangun di provinsi. Saya duluan bangun tapi dia duluan selesai," sambung Deng Ical.

Deng Ical menyebut terakhir kali bertemu dengan almarhum pada saat ILY dirawat di Singapura. Dalam pertemuan tersebut Deng Ical mengatakan banyak hal yang ia sempat perbincangan.

"Satu ji saya ingat waktu di Singapura, dia bilang jagaki anak-anak jangan sampai terkooptasi. Semangat relawan, semua mesti dibuat standar keselamatannya pada saat mereka turun ke lapangan dan saya ingin mudah-mudahan saya bisa di asuransikan," pungkas Deng Ical

Sementara H. Lutifi Qadir selaku Sekertaris PMI Provinsi Sulsel yang juga hadir dalam prosesi pemakaman mengatakan jika sejauh ini belum ada yang bisa menggantikan sosok kepribadian almarhum IYL sebagai relawan kemanusiaan.

"Kalau kebetulan stok logistik di gudang habis, dia keluarkan uang pribadinya untuk belanja kebutuhan yang diperlukan bagi korban bencana itu yang spesifik kepedulian yang belum didapatkan di PMI. Jadi dia tidak tergantung stok logistik yang ada di gudang, itu yang paling hebat" jelasnya.

Menurut H. Lutifi Qadir wajar saja jika almarhum itu mendapatkan penghargaan tertinggi dalam bidang kemanusiaan se-Asia Pasifik.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Nor Syakila