Hendak Pulang Kerumah, Yusri Aktifis Anti Korupsi Ditodong Senjata

Hendak Pulang Kerumah, Yusri Aktifis Anti Korupsi Ditodong Senjata
Yusri Paneddu (41) salah seorang aktivis anti korupsi di Makassar yang tergabung dalam APAK Republik Indonesia, mengalami pengeroyokan yang mengaku anggota polisi.

KabarMakassar.com -- Yusri Paneddu (41) salah seorang aktivis anti korupsi di Makassar yang tergabung dalam Aliansi Peduli Anti Korupsi (APAK) Republik Indonesia, mengalami pengeroyokan oleh beberapa orang yang mengaku anggota polisi. 

Aksi Pengeroyokan tersebut dialami oleh Yusri saat hendak pulang ke rumahnya di Jalan Boulevard, Perumahan Villa Mutiara Garden, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, tanggal 12 Juli 2019 sekitar pukul 01.00 WITA.

Yusri menceritakan awal mula kejadian tersebut dimana dirinya berangkat dari rumah keluarga di Kabupaten Maros, dalam pejalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor miliknya ia merasa diteriaki oleh sejumlah orang yang tidak ia kenal.

Tak merespon orang tersebut, Yusri pun melanjukatkan perjalananya. Setelah sampai di pos sekuriti ia pun berhenti karena penasaran dengan teguran tersebut.

"Saya singgah bertanya ke sekuriti lalu bertanya apakah knalpot motor saya suaranya bising, sehingga orang di sana teriaki saya. Sekuriti bilang tidak ada masalah," terang Yusri. 

Namun pada saat berbincang-bincang dengan sekuriti, Yusri tiba-tiba didatangi oleh sekitar 5 orang pemuda yang mengaku sebagai anggota Polisi dan langsung mengeroyok Yusri. 

"Saya hendak melawan tapi tiba-tiba pelaku menodongkan senjata ke arah saya lalu berkata saya anggota (Polisi) jangan melawan, saya tembak kau," jelasnya. 

Tak terima dengan pengeroyokan tersebut ke esokan harinya (13 Juli 2019) Yusri melaporkan kejadian tersebut yang menimpah dirinya ke Polda Sulsel namun ia diarahkan ke Polsek Biringkanaya. 

"Saya sudah laporkan ke Polsek Biringkanaya Makassar dengan bukti LP Nomor: 1647/VII/2019/Polrestabes Makassar/Polsek Biringkanaya tertanggal 13 Juli 2019, tapi penanganannya lamban sudah tiga pekan tak ada kepastian hukum," sambung Yusri. 

Yusri telah menyerahkan bukti visum dari rumah sakit sesuai dengan petunjuk penyidik namun sampai hari ini kasus tersebut belum ada kelanjutanya. 

"Sangat disayangkan sikap penyidik Polsek Biringkanaya Makassar, yang hingga saat ini belum memberikan kepastian hukum penanganan kasus pengeroyokan yang saya alami ini," ungkapnya. 

Pada saat hendak diklarifikasi, Kapolsek Biringkanaya, Makassar, Kompol Ashari tidak meberikan keterangan apapun dengan alasan dirinya sementara rapat. 

"Tungguya saya masih rapat di Polda," kata Kompol Ashari saat dikonfirmasih lewat via telpon.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Prisatno