Tunggakan Iuran Peserta JKN di BPJS Luwu Utara Capai 12.2 Miliar

Tunggakan Iuran Peserta JKN di BPJS Luwu Utara Capai 12.2 Miliar
Muhammad Sahrul, Kepala BPJS Kesehatan Luwu Utara (Foto : Indah Sari)

KabarMakassar.com -- Tunggakan Iuran Peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) di BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) mencapai 12.2 Miliar.

Tunggakan tersebut dari 28.8 ribu peserta JKN yang tidak membayar iuran. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPJS Kesehatan Lutra, Muhammad Sahrul. Tunggakan tersebut menurut Sahrul disebabkan beberapa alasan.

"Dari survey di beberapa tempat, pertama alasan penghasilan tidak tetap," ujarnya, Senin (29/7).

Lebih lanjut, ia menuturkan jika banyak peserta JKN yang sengaja tidak membayar iuran setelah kartu digunakan berobat.

"Dan, kebanyakan itu," katanya.

Sahrul mengimbau agar penunggak iuran segera melunasi tunggakannya.

"Untuk yang menuggak segera menyelesaikan tunggakan iuran yang ada, sehingga kartu JKN aktif dan digunakan kembali," imbaunya.

Bagi peserta yang menunggak, denda baru akan timbul setelah melunasi tunggakannya. Jika dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaannya aktif, peserta tersebut menjalani rawat inap di rumah sakit, maka peserta tersebut wajib membayar denda sebesar 2,5% dikali jumlah bulan tertunggak dikali biaya rawat inap. Jumlah bulan tertunggak maksimal 12 bulan (artinya kalau tunggakan lebih dari 12 bulan, tetap dihitung 12).

Sahrul juga mengimbau agar peserta JKN Mandiri agar membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya.

Penulis : Indah Sari

Editor : Nor Syakila