Perusda
Bank SUlsel Bar

Pagelaran Piala Dunia di Rusia Terancam di Boikot

Piala Dunia

on 15/3/18 Oleh Andi Lasinrang Rusdin Tamma
Pagelaran Piala Dunia di Rusia Terancam di Boikot
IST

KabarMakassar.com --- Fifa dan Rusia sedang dalam keadaan panik menyusul adanya seruan internasional untuk memboikot event terakbar ini. Inggris telah memastikan bahwa tidak ada pejabatnya yg akan berada di Russia Juni nanti, mereka bahkan telah memulai percakapan dengan sekutu barat mereka untuk membiarkan Putin Sendirian di Royal Box Luzhniki saat Opening Ceremony nanti.

Kemungkinan ini terjadi menyusul kasus percobaan pembunuhan (peracunan) yang ditujukan kepada mantan agen ganda pemerintahan Inggris untuk Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia.

Pemerintah Inggris telah menyimpulkan bahwa "sangat mungkin" Rusia bertanggung jawab atas serangan agen saraf terhadap mantan mata-mata Skripal dan putrinya, Yulia, di Salisbury, di Inggris Selatan.

Perdana menteri Theresa May, mengatakan ini adalah tindakan langsung negara Rusia terhadap negara kita, atau pemerintah Rusia kehilangan kendali atas agen yang berpotensi merusak bencana ini dan membiarkannya masuk ke tangan orang lain.

" Salah satu dari kedua kemungkinan itu, yg pasti Rusia berada di belakangnya. "Bagaimana kita bisa pergi ke World Cup sekarang ?"ujarnya

Amerika Serikat juga dikabarkan telah bergabung dalam seruan protes Inggris ini. Tindakan AS untuk ikut dalam protes Inggris ini didorong oleh dugaan campur tangan cyber Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016 lalu.

Seperti halnya keracunan Skripal, Rusia menyangkal tuduhan tersebut, dan menantang mereka untuk mengajukan bukti.

Konflik di Ukraina dan Syria, serta kasus dopping Atlet di Winter Olympic Sochi 2014 kemarin, lebih lanjut mungkin juga akan menjadi senjata dan menambahkan tekanan pada Russia sebagai Host World Cup tahun ini.

Kemenlu Russia angkat Bicara mengenai isu ini. Dalam rilis resminya seperti dilansir oleh Interfax.

“Kami sudah mengulang pernyataan ini beberapa kali. Sebelum digelarnya Piala Dunia, media dunia barat akan melakukan segala cara untuk mendiskreditkan kami. Apalagi sepertinya Inggris masih belum menerima bahwa kami memenangkan pemilihan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 mengalahkan mereka.”