Bantuan Pupuk Untuk Petani Mandet, Ini Kata Kabidnya

Kejadian Sulsel

Bantuan Pupuk Untuk Petani Mandet, Ini Kata Kabidnya

Kabarmakassar.com, Jeneponto - Kepala Dinas Pertanian Jeneponto melalui kepala Bidang Tanaman pangan Bambang mengaku sampai sekarang belum turun bantuan bibit Jagung ke kelompok tani.

Hal ini diungkapkannya saat ditemui kabarmakassar.com.di ruang kerjanya, Senin ( 19/03/2018 ).

Ia mengaku bantuan bibit jagung belum diturunkan lantaran pasokan dari pusat hingga saat belum sampai ke Dinas Pertanian, sehingga saya harap kepada para kelompok tani untuk bersabar menunggu bantuan dari pertanian," Ucap Kabid Tanaman pangan Bambang.

" Saya minta kepada para kelompok tani untuk bersabar karena pasokan dari pusat hingga kini belum ada," tegasnya.

Bambang menambahkan untuk pembagian bibit kedelai itu harus melalui mekanisme dan mempunyai keanggotaan yang lengkap, dan harus menyetor uang terlebih dahulu karena jangan sampai di salah gunakan oleh oknum- oknum tertentu," imbuhnya.

Pembagian bibit kedelai perkelompok itu mencapai 500 kg sedangkan bantuan pupuk untuk jagung sebanyak 25 zak perkelompok taninya," Ungkap Bambang

" sebanyak 500 kg untuk pembagian bibit kedelai perkelompok dan 25 zak pupuk untuk jagung disetiap perkelompok," tegas Bambang

Sebanyak 376 kelompok tani yang mendapatkan bantuan kedelai dari tahun 2017 yang baru kali ini dicairkan, Namun masih menemui kendala lantaran masih banyak kelompok tani belum menyetor dananya," Ujarnya.

Anggaran yang dipersiapkan untuk pengadaan kedelai itu ada dua, yaitu anggaran APBN dan APBNP," Ungkap Emba panggilan sapaannya Bambang.

Selain itu , Bantuan pupuk juga ikut mandet karena Bank Pemerintah Daerah ( BPD ) Jeneponto mempersulit administrasi kelompok tani, dengan jumlah pemberkasan kelompok tani pencairan sehingga pembayaran pupuk tidak terlayani di Distributor.

" Uang sudah lama di Bank untuk pembayaran pupuk jagung tapi pihak Bank masih mempersulit administrasi kelompok tani sehingga pencaitan pembayaran pupuk tidak terlayani di Distributor pupuk," tutup Bambang Emba.

Penulis :

Editor :