Perusda
Bank SUlsel Bar

Siapakah Sosok Dibalik Google Doodle Hari Ini?

on 6/3/18 Oleh Muhammad Fajar Nur
Siapakah Sosok Dibalik Google Doodle Hari Ini?
Google Doodle Hari ini (06/06/18) yang diinspirasi oleh perjuangan Gabriel García Márquez.(Foto: KabarMakassar.com)

KabarMakassar.com -- Ada yang unik dengan penampilan Google hari ini, pasalnya Google Doodle (istilah tampilan gambar halaman utama Google) dihiasi gambar seorang pria disebelah kiri dihiasi berbagai macam tanaman berbagai warna.

Google hari ini iktu merayakan ulang tahun penulis asal Kolombia, Gabriel García Márquez yang ke-91. Google menampilkan keunikan kumis khas Gabriel García Márquez  didampingi ilustrasi pria dan wanita, kupu-kupu dan kereta.

Lantas siapakah Gabriel García Márquez ?

Marquez merupakan novelis, seorang penyair, penulis cerita pendek, dan jurnalis. Pria yang kerap disapa Gabo tersebut pada tahun 1982 menjadi orang Kolombia pertama dan penulis Amerika Latin keempat yang memenangkan Hadiah Nobel dalam Sastra akibat karyanya yang luar biasa.

Lahir di kota Aracataca pada tahun 1927, dan dibesarkan oleh kakek dari pihak ibu yang merupakan seorang kolonel.
Marquez selalu mengingat kakeknya mengatakan: "Anda tidak dapat membayangkan betapa beratnya orang yang meninggal", sebuah pelajaran hidup yang kemudian dituangkan ke dalam novelnya.

Marquez merupakan mahasiswa di ilmu hukum, namun tidak pernah mendapat gelar hukum dan memilih jalur jurnalisme di El Espectador.

Akhir tahun 1940an dan awal 1950an di Kolombia merupakan periode kerusuhan sipil, sejarah yang kemudian menjadi latar belakang beberapa novelnya.

Dilansir dari Aljazeera.com, Karya Pertama Marquez, Leaf Storm,  ditulis pada tahun 1955 saat ia masih berusia 27 tahun.

"Saya seorang jurnalis, saya selalu menjadi jurnalis. Buku-buku saya tidak mungkin ditulis jika saya bukan seorang jurnalis karena semua materi diambil dari kenyataan," katanya kepada kantor berita Associated Press. 

Marquez membaca dengan intens dan diketahui telah membaca Hemingway, Faulkner, Twain and Melville; the Europeans Dickens, Tolstoy, Proust, Kafka dan Virginia Woolf. Namun dia tidak sepenuhnya terkesan oleh karya sastra Eropa Barat seperti banyak penulis Amerika Latin lainnya, Marquez berpendapat bahwa kepercayaan orang-orang Eropa yang merendahkan Amerika Latin membuatnya tidak terlalu mengagungkan karya mereka.

"Orang eropa bersikeras untuk mengukur kita dengan tolak ukur yang mereka gunakan untuk diri mereka sendiri. Mereka lupa bahwa kerusakan tidak sama untuk semua orang, dan itulah tantangan untuk diri kita sendiri yang sama sulitnya dengan tantangan mereka,"  katanya dalam pidato Nobelnya.

Pada tahun 1961, Marquez pindah ke Mexico City dimana dia menetap dan tinggal selama sisa hidupnya. Namun setelah empat tahun tidak menulis fiksi, ia kemudian memulai menulis "One Hundred Years of Solitude ", yang terinspirasi saat sedang berkendara di Meksiko ke Acapulco.

Setelah diterbitkan pada tahun 1967, karya "One Hundred Years of Solitude" habis terjual hanya dalam beberapa hari. Tulisannya berhasi membawa pembaca ke dunia realisme magis.

Dari Kesuksesannya, Marquez menggunakan nama, waktu dan uangnya untuk kegiatan politik sayap kiri dan selama lebih dari tiga dekade AS melarangnya untuk melakukan perjalanan dengan kepercayaan bahwa dia adalah anggota Partai Komunis Kolombia, dan diperparah dengan hubungan persahabatannya dengan Fidel Castro.

Marquez kemudian didiagnosis dengan kanker Alzheimer pada usia 85 dan meninggal pada usia 87 dalam rumahnya di Mexico City.