Perusda
Bank SUlsel Bar

Jelang Aksi Demo, Puluhan Satpol-PP di siagakan

Protes Penangkapan Petani Soppeng

on 26/2/18 Oleh Indrawan
Jelang Aksi Demo, Puluhan Satpol-PP di siagakan
Jelang demo, Satpol PP bersiaga di depan gerbang kantor gubernur Sulsel. [Foto: Indrawan]

KabarMakassar.com --- Pantauan awak reporter kabarmakassar.com belum ada pergerakan aksi demo terkait penangkapan tiga petani Soppeng yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 26 Februari 2018.

Tampak hanya beberapa Satpol PP di lingkungan Pemprov Sulsel yang masih berjaga-jaga di lokasi itu.

Tampak sejumlah organisasi seperti LBH MAKASSAR, WALHI SUL-SEL, FMN MAKASSAR, KPA SUL-SEL, HIMAHI FISIP UNHAS, BEM UNM, SP ANGING MAMMIRI, FPSS, FOSIS UMI, PEMBARU SUL-SEL, PEMBARU SUL-SEL) bergabung dalam Front Perjuangan Tani Latemammala menggelar aksi demo di depan gedung gubernur Senin, 26 Februari 2018.

Puluhan Satpol-PP pun dikerahkan untuk mengantisipasi jalannya demo berlangsung.

Dalam aksi demo yang direncanakan pukul 10.00 Wita pihak Front perjuangan Tani Latemmamala menuntut kebijakan negara terkait perluasan akses rakyat tehadap sumber daya alam yang telah menelan korban. 

Tiga petani kampung Copoliang, Kabupaten Soppeng yakni SAHIDIN, SUKARDI dan JAMADI yang secara turun temurun hidup di dalam kawasan kampung Coppoliang kini harus berhadapan dengan aparat penegak hukum negara.

Mereka di tuduh telah merusak kawasan hutan sebagaiaman di sebutkan dalam pasal Pasal 83 Ayat (1) dan atau Pasal 12 huruf b atau huruf c Jo. Pasal 82 Ayat (1) huruf a dan/atau huruf b dan/atau huruf c dan Pasal 17 Ayat (2) huruf n Jo. Pasal 92 huruf a Undang – Undang No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.  yang secara hukum kawasan hutan tersebut hadir di tahun 2014.

Bahkan ancaman terbesar ke depan ialah terhadap 3.950 Kepala Keluarga atau sebanyak 23.428 jiwa warga yang tengah berada di dalam kawasan hutan tersebut. (*)