Generasi Millenial Diminta Kenali Indonesia di Tahun 2045

Kinerja Pemerintahan Jokowi

Generasi Millenial Diminta Kenali Indonesia di Tahun 2045

KabarMakassar.com --- Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dr. Moeldoko mengatakan generasi muda milenial perlu mengenali impian Indonesia di tahun 2015-2045.

Impian ini, lanjutnya telah ditulis Presiden Jokowi dalam secarik kertas, seperti Indonesia menjadi negara yang mandiri dan paling berpengaruh di Asia Pasifik, serta menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

"Impian Indonesia 2045 bukan tanpa dasar dan alasan, karena kondisi pembangunan Indonesia telah mulai menunjukkan indikator yang baik," ujarnya saat menjadi Pembicara Utama dalam diskusi kebangsaan di Baruga AP Pettarani Unhas, Selasa, 27 Februari 2018.

Dia menyebutkan indikator itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap tumbuh positif 5,01 persen, iklim bisnis dan kemudahan berusaha yang membaik

Kemudian pembangunan infrastruktur yang merata, konektivitas yang berhasil di bangun. Adanya kesadaran dan usaha mengatasi ketimpangan, pemberian akses layanan dasar, dan ketimpangan yang bisa ditekan.

Namun tidak dapat dipungkiri, lanjutnya kinerja dan capaian yang telah ditorehkan oleh pemerintah, khususnya pemerintahan Jokowi-JK sekarang masih belum cukup untuk mampu menyongsong masa depan di tahun 2045.

Mantan Panglima TNI ini menjelaskan pemerintahan Jokowi-JK tengah mengupayakan sejumlah hal menuju periode 2045 teemasuk menyiapkan generasi unggul sejak lahir hingga produktif.

Kemudian meningkatkan kinerja aparatur pemerintah, meningkatkan kapasitas inovasi, dan daya saing Indonesia yang mengalami peningkatan pada 2017 di urutan ke-36.

Pejabat Kodam yang pernah 15 tahun bertugas di Sulsel ini menambahkan dibandingkan tahun 2014, penguasaan Iptek Indonesia 2017 terus membaik, pendaftaran hak kekayaan intelektual bertambah, dan publikasi internasional meningkat.

Moeldoko mengatakan pihaknya telah ikut melakukan sejumlah inovasi di bidang pertanian dengan menciptakan benih padi unggul M70D dan M400 selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

Selain itu, sebagai kepala KSP, Moeldoko juga merintis pengembangan mobil listrik yang disebutnya sebagai Mobil Anak Bangsa.

"Saya menyiapkan share (saham) untuk itu.Siapa yang berkontribusi atas pengembangan mobil listrik saya akan berikan sharenya, jadi teman-teman dari Unhas, silakan berkontribusi, " kata Moeldoko.

Berbeda dengan paparan Rektor Unhas, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan pada ribuan mahasiswa yang memenuhi ruangan baruga agar tidak perlu cemas menghadapi periode 2045 tersebut. 

Sebab, pemerintah ternyata telah menyiapkan instrumen antisipasinya dengan berbagai strategi. 

Prof Dwia menegaskan pemerintah dan universitas perlu juga mengembangkan aspek karakter pada mahasiswa. Dunia robot dan otomatisasi bisa maju dan berkembang pesat, tapi karakter pada manusia tidak bisa tergantikan dengan robot atau mesin apa pun. 

"Satu yang perlu kalian perbaiki dari sekarang, tanamkan kebaikan, tanamkan kemuliaan, tanamkan kejujuran.  Robot tidak bisa itu, dia tidak tahu salah dan benar.  Tanamkan kebijakan, karena itulah yang menjadi modal kalian ketika menjadi pemimpin di Indonesia," kata Rektor Unhas.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor IV UIN Alauddin, Prof. Hamdan Juhannis menyerukan pada mahasiswa untuk berani melawan takdir meski itu tidak mudah.

Hamdan mengakui bahwa pemerintahan Jokowi-JK sekarang telah melakukan akselerasi pembangunan fisik dan nonfisik melalui sejumlah program, seperti Indonesia pintar, Indonesia sehat, dan pembangunan infrastruktur. 

Hanya saja, pemerintah perlu memastikan agar warga Indonesia tidak mengalami kelaparan karena rasa lapar membuat seseorang mudah marah, tersesat melakukan hal-hal yang tidak dinginkan.

"Ampun Pak Jenderal, seharusnya persentasi tadi menghadirkan bagaimana konsep revolusi mental Presiden kita. Itu menjadi kunci utama daya saing kita," kritik Prof Hamdan.

Acara dialog yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Hasanuddin dan Kantor Staf Presiden menggelar diskusi nasional yang bertajuk Millennial Menuju 2045.

Kegiatan talk show ini diramaikan penampilan komika Zaka Kribo berhasil memecah tawa para narasumber dan audiens.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WITA ini dihadiri oleh 1.270 peserta yang berasal dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Makassar.

Selain ketiga narasumber utama tersebut, tampil pula ketua ALMI Prof Jamaluddin Jompa, COE Goodnews From Indonesia, Wahyu Aji, Vokalis Pusakata, Mohammad Istiqomah Djamad, serta juara debat dari Fakultas Hukum Unhas, Kevin Bonaparte, 

Perwakilan yang dianggap mewakili berbagai kalangan diberikan kesempatan memberikan pandangan optimis memandang masa depan Indonesia di tahun 2045 dengan sejumlah prasyarat dan kondisi yang memungkinkan daya saing dan pembangunan Indonesia berjalan lancar.

Acara berlangsung sangat meriah dari pukul 10.00 pagi hingga 12.30 siang dengan dipandu oleh pembawa acara muda Pangeran Siahaan dan Iman Sjafei.

Acara tersebut ditutup dengan pertukaran cenderamata antara pihak Unhas yang diwakili Rektor Unhas Prof Dwia dan Kepala KSP RI Jenderal Purnawiran Moeldoko. (*)

Penulis :

Editor :