Perusda
Bank SUlsel Bar

Ini Alasan JK Layak Peroleh Nobel Perdamaian 

Nobel Perdamaian

on 22/2/18 Oleh Upi Asmaradhana
Ini Alasan JK Layak Peroleh Nobel Perdamaian 
logo kabarmakassar

KabarMakassar.com --- SEPAK Terjang Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam hal perdamian di dunia tak bisa diragukan lagi. Setelah menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Hiroshima, Jepang, Rabu 21 Februari 2018 lalu, membuktikan jika putra terbaik Sulawesi Selatan ini layak diusulkan dan masuk nominasi penerima hadiah Nobel Perdamaian.

Gelar Doktor Kehormatan Ke-11 ini diterima JK atas dedikasi di bidang perdamaian  diberikan Rektor Universitas Hiroshima  Mitsuo Ochi di Universitas Hiroshima, Jepang Rabu kemarin.

Dalam sambutannya, Mitsuo menilai JK berhak menerima penghargaan tersebut karena dedikasinya dalam mendamaikan beberapa konflik seperti di Poso dan Ambon. 

Bagi JK gelar ini, sekaligus membuktikan bahwa, Indonesia, sesungguhnya negara yang cinta damai.

Di kesempatan terpisah, JK menegaskan penghargaan tersebut bukan saja bagi dirinya, melainkan juga untuk seluruh bangsa Indonesia yang cinta damai. 

"Karena perdamaian adalah suatu unsur untuk mencapai kesejahteraan suatu bangsa. Setiap konflik, pada masa lalu dan masa sekarang, seperti yang terlihat di banyak bagian di dunia ini, telah menimbulkan kehancuran dan kemiskinan suatu bangsa," jelas JK. 

Untuk itu, JK mengungkapkan Indonesia selalu melakukan kegiatan dan gagasan untuk mengatasi konflik. Indonesia juga selalu mencegah perang dan mencapai perdamaian.

Dia sempat menyinggung Kota Hiroshima dan Nagasaki yang sempat hancur akibat perang. 

"Perang dan konflik selalu menyusahkan, bangsa Jepang memiliki pengalaman yang tidak bisa dilupakan tentang hal ini. Karena perang dan konflik bisa menghancurkan suatu negara," ungkapnya. 

**** 
Bagi Masyarakat Sulawesi Selatan khususnya, dan Indonesia pada umumnya, Gelar kehormatan yang diterima JK, sesungguhnya adalah pengakuan dunia internasional, atas sosoknya yang selama ini menjadi inisiator penyelesaian sejumlah konflik di berbagai wilayah di Indonesia, dan Asia.

Selain berhasil mendamaikan Poso, Ambon, dan Aceh JK juga dikenal sebagai tokoh yang rendah hati dan tidak mau berkompromi dengan pihak-pihak yang selalu ingin bertikai.

Hidup JK sepenuhnya, adalah penggagas dan penganjur kedamaian. Ia telah melampaui batas-batas pengabdiannya sendiri. 

Redaksi KabarMakassar.com sendiri mencatat, hingga saat ini, JK telah menerima beberapa gelar Doktor HC di bidang perdamaian dan penghargaan dari sejumlah kampus di tanah air dan luar negeri.

Berikut data-data gelar kehormatan dan penghargaan dari berbagai kampus.

(01) Universitas Malaya Malaysia tahun 2007. Bidang Ekonomi, karena jasa dan sumbangsihnya untuk memajukan ekonomi global. 

(02) Universitas Soka, Jepang tahun 2009 Bidang Perdamaian, karena mengupayakan penyelesaian konflik di beberapa daerah yang rawan, seperti Poso, Ambon, dan Aceh. 
 
(03) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2011 Bidang Pendidikan, karena kiprah dan sumbangannya bagi kemajuan kehidupan masyarakat Indonesia sangat jelas dan nyata.

(04) Penghargaan dari Universitas Hasanuddin tahun 2016 Bidang pemberdayaan ekonomi rakyat. 

(05) Universitas Brawijaya tahun 2011 Karena dianggap telah meningkatkan kewirausahaan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan bangsa.

(06) Universitas Indonesia tahun 2013  Bidang Kepemimpinan. 

Penganugerahan di dasarkan atas kontribusi dalam dunia kepemimpinan di Indonesia yang telah menginspirasi dan menerapkan kriteria pemimpin transformasional yaitu memiliki visi ke depan, berintegritas, dan berdedikasi tinggi. 

(07) Universitas Unsyiah Kuala tahun 2015 Dalam Bidang Perdamaian dan Kemanusiaan, karena telah berjasa bagi perdamaian di Aceh.

(08) Gelar Kedelapan dari Universitas Andalas tahun 2016 Bidang hukum Pemerintahan Daerah. Gelar itu lantaran sejumlah jasa-jasanya selama berada di dalam pemerintahan.

(09) Rajamanga University of Technology,  Isan (RMUTI) tahun 2017.

(10) Penghargaan dari Universitas Alauddin tahun 2018  atas dedikasi dalam melakukan penyelesaian konflik dengan pendekatan studi perdamaian tanpa peperangan.

(11) Penghargaan yang terakhir dari Universitas Hiroshima Jepang Di Bidang Perdamaian 2018.

Menilik atas jejak rekam dan pengakuan berbagai pihak baik dalam dan luar negeri, JK memang pantas dinominasikan dan sebagai salah seorang yang layak menerima hadiah Nobel Perdamaian. Semoga.