Pemuda Zaman Now Dan Budaya Taro Ada Taro Gau.

Organisasi Pemuda

Pemuda Zaman Now Dan Budaya Taro Ada Taro Gau.

GENERASI muda bukanlah sebuah istilah baru dalam struktur sosial. Mereka adalah satu kelompok yang mengungkapkan harapan, semangat, dan mimpi.

Generasi muda adalah penerus bangsa yang akan melanjutkan cita-cita para founding father.

Komunitas inilah yang memikul tanggungjawab besar dalam memperjuangkan nasib bangsa kedepannya.

Generasi ini merupakan generasi yang secara natural mempersiapkan dirinya untuk mencapai visi dan misi bangsa dimasa yang akan datang.

Namun untuk mencapai hal tersebut, tidak mudah mengembalikan telapak tangan. Tidak semudah yang dibayangkan.

Sebab generasi muda harus memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme yang tinggi dalam mengisi ruang kemerdekaan saat ini.

Nasionalisme sangat penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara karena sebagai wujud pengabdian dan kecintaan terhadap bangsa itu sendiri.

Generasi muda dapat menjaga keutuhan bangsa, persatuan bangsa, dan dapat meningkatkan martabat serta citra positif bangsa dihadapan negara-negara di dunia.

Dalam salah satu pepatah Bugis Makassar disebutkan "Taro Ada Taro Gau". Pepatah tersebut mengartikan bahwa “Apa yang terucap dari mulut haruslah teraktual", hal ini sebuah bentuk Komitmen yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Dewasa ini, di zaman yang dikenal dengan istilah Zaman Now, tentu membuat kita bertanya-tanya apakah sifat tersebut masih merekat dalam jiwa para generasi muda Makassar saat ini?

Hal tersebut tentu sangat relevan ketika kita coba bandingkan dengan generasi muda saat ini. Dimana nilai nilai budaya tak mampu lagi diterjemahkan dalam kehidupan sehari hari. Ruang interaksi sosial telah mengabaikan sifat “Taro Ada Taro Gau” dalam diri pemuda Makassar.

Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemuda Bugis Makassar di Era Globalisasi yang semakin maju seperti sekarang.

Memang tak bisa terelakkan lagi, ketika ditinjau dari gaya hidup westernisme sekarang sangat nampak didepan mata sikap Apatis, Hedonisme, dan sikap konsumtif yang cenderung semakin tinggi dalam diri generasi muda.

Tantangan berikutnya adalah hadirnya paham Liberalisme yang dianut oleh negara – negara barat yang memberikan dampak terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apabila generasi muda yang meniru paham liberal ini kecenderungannya menimbulkan sifat individualistik dan pragmatis dan hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya.

Mereka hanya berorientasi pada keuntungan diri sendiri dan sikap acuh tak acuh terhadap kondisi yang ada di sekitarnya.

Namun, baik atau buruknya tantangan tersebut tetap harus disikapi dengan jiwa yang besar, serta membentuk generasi muda yang bermental baja dan pantang menyerah.

Kedisiplinan dan etika kerja yang kuat harus ditanamkan dan dikembangkan pada setiap generasi muda di Indonesia terlebih kembali menanamkan sifat Taro Ada Taro Gau yang menjadi bahagian dari budaya Bugis Makassar.

Akan tetapi, untuk mencapai hal tersebut memang tidak mudah. Namun dengan keoptimisan dan kesadaran serta bertekad membangun bangsa, harapan akan perubahan generasi muda yang ada.

Dengan keyakinan dan tekad yang kuat sebagai modal dasar dan berilmu sebagai pilar utama, maka tidak diragukan bahwa generasi muda masih diunggulkan sebagai agen pengubah Kota Makassar bahkan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Penulis berharap bahwa ditangan Pemuda yang masih memegang teguh budaya Taro Ada Taro Gau, masa depan bangsa ini semakin maju, karena Negara akan kuat dan disegani jika nilai nilai buadayanya masih di junjung tinggi dalam kehidupan sehari - hari. 

Penulis :

Editor :