Perusda
Bank SUlsel Bar

Stadion Barombong Dapat Suntikan Anggaran Rp 5 M, Belum Bertaraf Internasional

2 weeks, 3 days ago Oleh Bahar
Stadion Barombong Dapat Suntikan Anggaran Rp 5 M, Belum Bertaraf Internasional
Stadion Barombong saat ini dalam tahap perampungan.

KabarMakassar- Stadion di Makassar sangat sulit menjadi standar bertaraf internasional. Buktinya, Stadion Andi Mattalatta Mattoangin hingga kini belum mendapat lisensi kelas dunia. Padahal, sudah tergolong tua.

Pembangunan Stadion Barombong yang berdiri diatas 11 hektare dan sudah lama diimpikan warga Kota Makassar malah terancam mandek. Padahal, jika pembangunan ini rampung dapat menampung sekitar 40 ribu penonton. Untuk merampungkan Stadion yang dibangun  2010 lalu, Komisi E DPRD Sulsel mengusulkan anggaransebesar Rp5 miliar, dan akan diusulkan kembali Rp2 miliar pada RAPBD Perubahan 2019.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Stadion Barombong, Muchlis Mallarangeng membenarkan jika 2019 kembali mendapat suntikan anggaran sebesar Rp 5 Milliar dari APBD pokok, dimana sebelumnya diusulkan Rp 7 Milliar.

"Iya kita sementara menunggu kelanjutan pembangunan Stadion Barombong, masih menunggu TPAD dan benar jika Rp5 Milliar kembali didapati dari APBD pokok"ujarnya.

Muchlis mengatakan, jika pada hari Sabtu 1 Desember 2018 mendatang bakal menggelar pertemuan soal kelanjutan pembangunan stadion Barombong yang sempat dikatakan tidak masuk dalam penganggaran Rencana Kerja Anggaran (RKA). 

"Nanti sabtu 1 desemeber kembali kita bahas dan soal penganggarannya untuk diselesaikan secepatnya. Ini kan sudah 90 persen jadi"kata Muchlis.

Untuk diketahui jika stadion Barombong ditarget rampung 2020 mendatang. Rp226 Milliar sudah dihabiskan sejak awal 2010 dibangun stadion bertaraf internasional ini yang terletak di pinggir pantai Barombong, Tamalate, Kota Makassar.

"Sudah hampir selesai, dimana atap, kursi stadion serta lintasan dan rumpun sudag selesai, tinggal finishing dari stadion ini"tambah Muchlis saat dihubungi Makassar Indeks, Kamis (29/11).

Ia mengatakan jika masih dibutuhkan Rp230 Milliar agar pembangunan stadion tersebut rampung dan bisa difungsikan. Suntikan APBN untuk stadion ini dari tahun 2011 mendapat, Rp 14,5 Milliar. Lalu pada tahun 2012 mendapat Rp 10,5 milliar setahun setelahnya tidak mendapatkan suntikan APBN, berlanjut di tahun 2014 kembali mendapatkan suntikan dana Rp 16,5 Milliar, hingga empat tahun kemudian tahun 2018 mendapat anggaran terendah Rp 9 Milliar.

Sementara itu anggaran dari APBD didapati stadion Barombong mulai tahun 2010 Rp 13,9 Milliar. Tahun 2011 Rp 1,8 Milliar. Tahun 2012 Rp 9,9 milliar. Tahun 2013 Rp 3 milliar. Tahun 2014 Rp 19,1 milliar. Tahun 2015 Rp 24 milliar. Tahun 2016 Rp 16 milliar. Tahun 2017 Rp 89 milliar dan Tahun 2018 Rp 62,8 milliar.

Mengapa dibutuhkan Rp 230 Milliar, Muchlis Mallaranggeng yang juga sebagai Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispor Sulsel menjelaskan jika kebutuhan tersebut masih cukup panjang dimana venue lainnya untuk sarana olahraga lainnya, bukan hanya untuk sepakbola, tetapi sarana olahraga atletik, renang serta beberapa papan skor serta parkiran juga masih dibutuhkan anggaran tersebut.

Tidak hanya itu belum lagi perencanaan lainnya seperti wisma atlet, fasilitas kesehatan serta hotel juga bakal dibangun diarea tersebut. "Semua itu bisa dicapai untuk bisa bertaraf internasional, termasuk stadion ramah Difabel, itu yang penting"pungkasnya.

Terpisah dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman mengatakan, bakal berdiskusi secara internal dengan TAPD untuk menindaklanjuti usulan dari komisi dan banggar di DPRD Sulsel. "Hasil usulan Banggar dan Komisi di DPRD bakal kita diskusikan ulang penganggarannya"ujar Jufri Rahman.