Tak Punya Uang Alasan Komplotan Pengkong Membegal Mahasiswa

Tak Punya Uang Alasan Komplotan Pengkong Membegal Mahasiswa

KabarMakassar.com - Pengkong alias Aco (21) memutuskan untuk melakukan aksinya di Jl Datu Ribandang, Makassar menjadi begal, dimana korbannya saat itu Mahasiswa ATIM Makassar semester 4, Imran (19) yang harus kehilangan tangannya saat di begal Pengkong.

Pengkong tidak sendirian, ia ditemani rekannya Firman alias Emmang (22). Keduanya berhasil mendapatkan handphone milik korban Imran merek Samsung seharga Rp2,6 juta. 

Pelaku menjual kepada penadah yang juga bernama Imran (37), Handphone yang dibeli hasil begal Pengkong dan Emmang dihargai Rp900 Ribu. Mengetahui viral medsos akan pencurian yang dilakukan Pengkong, Imran ketakutan dan membuang handphone tersebut ke laut untuk menghilangkan jejak.

Polrestabes Makassar dalam kasus ini membentuk tim khusus dan berhasil menangkap 5 orang yang terlibat, mereka diantaranya Pengkong, Emmang sebagai otak pelaku. Imran sebagai penadah, Fatahullah alias Ulla (18) pemilik motor yang dipinjamkan ke Pengkong untuk melakukan begal dan Zaenal alias Enal merupakan senjata tajam atau parang yang digunakan Emmang dan Pengkong saat membegal korbannya.

Keterlibatan semua pelaku berdasarkan hasil keterangan Pengkong (otak pelaku) sistem bagi hasil, sang pemilik motor Ullah mendapat jatah Rp50 Ribu. Enal pemilik senjata tajam parang juga mendapat jatah Rp50 Ribu. Sementara Pengkong dan Emmang masing-masing mendapat Rp400 Ribu.

Dari keterangan Imran korban begal bahwa ia melihat parang seperti samurai yang dipakai pelaku menebas tangannya. Ia harus kehilangan tangannya saat membela dirinya dari ancaman Pengkong dan Emmang.

"Dia pakai jaket hitam saat itu, kemudian seperti samurai tapi jenis parang yang disimpan ditengah dan langsung tebas tanganku, setelahnya barulah dia minta hape saya"ujar Imran.

Terpisah dengan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan pelaku ditangkap dalam operasi khusus, pelaku Pengkong diciduk Rabu (28/11) pukul 04:00 wita, pelaku berusaha melarikan diri dn diberi tembakan dua di kaki. Tak lama emmang yang tak jauh tinggal dekat rumah Pengkong di Jalan Kokoa, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.

"Sebelumnya mereka memilikirencana untuk begal karena tak punya uang, itu dariketrngan pelaku. Kemudian bertemu di Warkop di jalan Sunu para pelaku meminjam motor dan dan parang kepada rekannya dan setelahnya melakukan aksi di jalan Datu Ribandang Makassar"ujar Kompol Wirdhanto Hadicaksono, Jumat (30/11).

Dalam kompoltan pembegal tersebut, Pengkong alias Aco merupakan yang palin senior, sementara Emmang baru sekali melakukan aksinya. Kini kelima pelaku termasuk penadah ditangani Polrestabes Makassar untuk diproses leboih lanjut.

Pengkong bersama rekannya yang melakukan aksinya terancam kurungan penjara maksimal 12 tahun dan dijerat pasal 365 ayat (2) juntco Pasal 56 ayat 1 KUHP, sementara sang penadah Imran mendapatkan ancaman penjara 4 tahun dan melanggar pasal 480 ayat (1) KUHP.

Penulis :

Editor :