Perusda
Bank SUlsel Bar

Tiga Dokter Perdospi Jadi Tim Investigator KNKT

2 weeks, 2 days ago Oleh Fritz Wongkar
Tiga Dokter Perdospi Jadi Tim Investigator KNKT
Lion Air (Int)

KabarMakassar.com -- Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan (Perdospi) memiliki 3 dokter menjadi  investigator kecelakaan pesawat terbang di KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang merupakan anggota Perdospi.

Tiga dokter dari Perdospi tersebut diantaranya, dr Hidayat, SpB, SpKP (aktif), dr Djunadi, MS, SpKP (aktif), dr Herman Muljadi, MS, SpKP.  Saat ini ketiga dokter tersebut masih melakukan investigasi terkait kecelakaaan pesawat Lion Air JT 610 jurusan Jakarta - Pangkal Pinang.

Terkait hal tersebut Perdospi menyampaikan rasa prihatin dengan terjadinya kecelakaan ini dan menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. "Kami akan menunggu hasil investigasi yg dilakukan KNKT terkait penyebab kecelakaan ini. Bagaimanapun dalam kecelakaan pesawat terbang, umumnya penyebab adalah multifaktorial, jarang sekali yang menjadi penyebab tunggal"ujarnya Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS , SpKP, Ketua Umum  Perdospi. Senin (29/10).

Dr dr Wawan Mulyawan mengatakan, penyebab kesalahan manusia (human factor) hanyalah salah satu sebab saja yg mungkin terkait ataupun tidak terkait.

Terkait informasi tersebut Perdospi meyakini jika dari penerbangan JT 610 ini, kelihatannya pesawat  masih dalam fase "take off"  dan belum mencapai ketinggian untuk  sesuai level yg direncanakan.
 Kecelakaan saat take off memang merupakan penyebab kecelakaan terbanyak kedua selain saat "landing". 

"Berdasarkan data yang ada dalam kecelaaan saat take off, umumnya dari multifaktorial yg ada, penyebab terbanyak adalah "technical error". Namun walaupun lebih kecil kemungkinan, faktor manusia atau human factor masih mungkin terjadi,"imbuhnya. 

Lanjut Dr dr Wawan Mulyawan, dalam hal ini Perdospi telah mengerahkan SDM untuk menyelidiki kejadian-kejadian kecelakaan pesawat udara, termasuk kecelakaan Lion Air ini.  Ketiga para anggota Perdospi yang berada di KNKT tersebut sudah diminta "stand by" oleh KNKT jika sewaktu-waktu hrs diberangkatkan ke lokasi kecelakaan untuk menjadi investigator di bidang Human Factor.

Ia menambahkan jika Perdospi concern terhadap upaya meminimalisir kecelakaan pesawat dari sisi human factor dengan melakukan pemantauan kesehatan para pilot oleh anggota Perdospi baim di Balai Hatpen, sebagai Designated Aviation Medical Examiner (DAME), maupun di KKP, bandara-bandara dan maskapai penerbangan.

Tidak hanya itu Perdospi merekomendasikan agar setiap maskapai penerbangan memiliki SDM Kedokteran Penerbangan (SpKP) untuk meminimalisir human error dalam kecelakaan penerbangan. 

Perdospi adalah organisasi profesi para spesialis Kedokteran Penerbangan dibawah naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang sudah berdiri sejak awal tahun 90 an. Saat ini Perdospi beranggotakan hampir 100 anggota terdiri sekitar 40 orang dokter konsultan yang menjadi staf pengajar pendidikan dokter spesialis dari berbagai institusi dan 54 dokter spesialis kedokteran penerbangan lulusan pendidikan dokter spesialis kedokteran penerbangan (SpKP)
Pendidikan dokter SpKP sudah berlangsung sejak tahun 2010 di FK UI yang menjadi satu-satunya universitas dengan Fakultas Kedokteran yang menyediakan jurusan pendidikan spesialis kedokteran penerbangan. 
Saat ini lulusan SpKP yg menjadi anggota Perdospi tersebar bekerja atau berpraktek di Balai Hatpen Kemenhub, di Kemenkes /terutama Kantor Kesehatan Pelabuhan, di TNI AU terutama di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa Dr Saryanto, di berbagai bandara, di maskapai penerbangan (Garuda Indonesia, dll), dan di perusahaan evakuasi medik udara, serta di institusi pendidikan sebagai dosen (UI, UPN, UPH dan menyusul di Uni Gunadarma serta beberapa akademi) untuk pelajaran kesehatan dan kedokteran penerbangan serta kedokteran bencana