Kepala OPD Sulsel Hadirkan Inovasi di Seminar Laboratorium Diklatpim II

Kepala OPD Sulsel Hadirkan Inovasi di Seminar Laboratorium Diklatpim II

KabarMakassar.com - Penjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashari F Radjamilo, hadir pada Seminar Laboratorium dan Pameran Inovasi Kepemimpinan (LK) Diklat Kepemimpinan Tingkat (TK) II di Kampus Badan Pembangunan SDM Provinsi Sulsel, Senin (19/11). Ashari membuka seminar sekaligus menjadi mentor. 

Sejumlah kepala OPD lingkup Sulsel mengikuti seminar. Diantaranya, Kepala Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Jumras, Kepala Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Fitriani, Kepala Biro Pengelolaan Barang dan Aset Pemprov Sulsel Nurlina, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel Muhammad Hatta dan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Devo Khaddafi serta sejumlah kepala OPD lainnya.

Diklatpim ini berlangsung selama 3,5 bulan dan akan berakhir di bulan Nopember ini. Khusus angkatan 15 ini, terdiri dari 60 peserta dari tujuh provinsi, termasuk Sulsel terdiri dari 13 orang.

"Kegiatan seminar dilakukan oleh peserta Latpim II ini sesuatu hal yang sangat bagus sekali. Karena ini juga sejalan dengan visi-misi Pemerintah Provinsi Sulsel," kata Ashari.

Ashari berharap, ini tidak sebatas wacana, tidak sebatas proyek perubahan saja. Tetapi ada pelaksanaan dan implementasi dari setiap kantor-kantor lokasi proyek perubahan tersebut.

Dia menekankan, ada juga kontrol daripada setiap proyek perubahan. Namun, ada feedback anggarannya. "Jangan hanya sekedar proyek perubahan saja, tetapi ada feedback anggarannya, itu yang harus disesuaikan juga," sebutnya.

Selaku mentor, Ia mengapresiasi inovasi yang dihadirkan sebagai sesuatu yang baru. Dalam seminar ini, juga menemukan ada juga peserta yang menghadirkan proyek rutinitas.

"Ada yang betul-betul inovasi baru. Kita berharap bukan sekedar inovasi, tetapi menjadi sebuah progran keberlanjutan. Intinya, bagaimana mendekatkan diri pada masyarakat dan bagaimana masyarakat semakin terlayani oleh Pemprov Sulsel," harapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Devo Khaddafi, sama dengan peserta lainnya, menampilkan implementasi dari proyek perubahan.

"Implementasi dari proyek perubahan yang kita sudah laksanakan masing-masing selama kurang lebih dua bulan, tadi itu merupakan presentasinya," paparnya.

Di hadapan mentor dan penguji, Devo menampilkan sebuah sistem di Biro Humas dan Protokol Sulsel yaitu, Humas Reaksi Cepat. Program ini dibangun agar sinergi antara OPD dengan Biro Humas Pemprov Sulsel. 

"Untuk mempercepat waktu respon terhadap isu negatif, dan tadi beberapa catatan adalah karena dirasakan sangat penting, penguji meminta agar proyek perubahan ini bisa dipercepat ke seluruh OPD lingkup Sulsel," lanjut Ketua PBSI Sulsel ini.

Program ini, Ia persiapakan dilaksanakan pada tahun 2019. Paling lambat masuk di triwulan kedua sudah selesai semua.

Dari rencana proyek perubahan tersebut, terdiri dari proyek jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Diharapkan melalui Diklat PIM ini, pejabat struktural kinerjanya semakin terarah, semakin terkonsetrasi dengan arah dan tujuan kerjanya, sebagaimana visi misi yang dimiliki daerah masing-masing. (*)

Penulis :

Editor :