Dipicu KDRT, Perceraian di Takalar Meningkat 30 Persen

Dipicu KDRT, Perceraian di Takalar Meningkat 30 Persen

KabarMakassar.com -- Tingkat perceraian di Kabupaten Takalar mencapai 30 persen, hal tersebut di sampaikan Kantor Pengadilan Agama Takalar, di jalan Kalampa, Kelurahan Patalassang Kabupaten Takalar Sulsel. Panitera Pengadilan Agama Takalar, Rais Naim mengatakan jika hingga bulan 6 tahun 2018 sudah meningkat angka perceraian di Takalar. Dimana kebanyakan kaum perempuan yang menggugat cerai suaminya dengan berbagai alasan mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, tidak menafkahi hingga ditinggal suami.

"Ada dua faktor berupa cerai hidup dan talak dan pelapor atau penggugat didominasi kalangan wanita lantaran tidak dinafkahi. Ditinggal oleh suami serta pemukulan kekerasan dalam rumah tangga"kata Rais Naim kepada Kabarmakassar.com, Rabu 8 Agustus 2018.

Rais Naim menambahkan jika frekuensi perceraian hingga saat ini memang meningkat drastis, hal tersebut dikatakan jika kasus kekerasan dalam rumah tangga yang paling tinggi potensi perceraiannya. 

"Peningkatan kasus perceraian di Takalar naik 30 persen tahun 2018 dari tahun kemarin 2017. Menjadi ratusan berkas sidang cerai Ini pun semester pertama 6 bulan pertama dan belum di finalkan ke semester dua penutupan 2018 tersebut"tambahnya.

Untuk diketahui pula jika hingga Juni 2018 jumlah perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Takalar kini mencapai 187 perkara. "Istilahnya 1 banding 3 kalau yang melapor rata-rata perempuan dibanding laki-laki untuk perkara gugat cerai"tutupnya. [Saleh sibali]

Penulis :

Editor :