Perusda
Bank SUlsel Bar

Otak Bekerja Lebih Baik dengan Aroma Kopi

Kolaborasi Kumparan.com

on 20/7/18 Oleh Muhammad Fajar Nur
Otak Bekerja Lebih Baik dengan Aroma Kopi
Ilustrasi.(Ist)

KabarMakassar.com -- Berbagai cara bisa dilakukan untuk menyegarkan pikiran yang terasa sumpek. Salah satunya, mencium aroma kopi. Sebuah  studi yang dipublikasikan di Journal of Environmental Psychology mengungkapkan, aroma kopi memang dapat membuat otak bekerja lebih baik.

Dilansir dari Kumparan.com pada Jumat, 20 Juli 2018, kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti melakukan dua eksperimen. Eksperimen pertama mempelajari 114 orang pelajar di AS. Para pelajar itu dibagi menjadi dua kelompok dan diminta untuk mengerjakan soal matematika.

Saat mengerjakan soal, salah satu kelompok diekspos dengan aroma kopi. Hasilnya, mereka dilaporkan berhasil mendapatkan nilai lebih baik dibanding kelompok yang lain. Di samping itu, ditemukan juga bahwa para pelajar yang menghirup aroma kopi sebelum mengerjakan soal matematika memiliki harapan tinggi atas performa mereka dalam menyelesaikan soal tersebut.
  
Para peneliti menduga bahwa hal ini diakibatkan oleh efek plasebo, di mana peningkatan yang diharapkan benar-benar terjadi.

"Yang menarik bukan saja temuan bahwa aroma seperti kopi membantu orang-orang untuk bisa melakukan tugas analitis dengan lebih baik," ujar Adriana Madzharov, pemimpin studi.

Menurutnya, aroma kopi dapat membuat seseorang memiliki kinerja lebih baik dalam melakukan sesuatu.

"Aroma kopi ternyata juga membuat mereka merasa bisa memiliki performa yang lebih baik, dan kami menemukan bahwa perasaan tersebut bisa dibilang sebagai salah satu alasan performa mereka meningkat," tambahnya.

Aroma kopi yang digunakan dalam studi bebas dari kafein dan zat stimulan lainnya. Dilaporkan juga bahwa aroma tersebut tercium cukup kuat oleh 70,4 persen anggota kelompok yang dipaparkan terhadap aroma kopi.

Lalu pada eksperimen kedua yang berbentuk survei terhadap 208 orang, yang tak terlibat dalam eksperimen pertama, ditemukan bahwa aroma kopi diasosiasikan dengan sikap energetik dan juga rasa waspada.

Dalam eksperimen kedua sama sekali tidak digunakan aroma kopi. Namun hasil jawaban 208 orang tersebut bisa membantu menjelaskan bagaimana eksperimen pertama memiliki hasil demikian.

Jadi disimpulkan bahwa para pelajar dalam eksperimen pertama mendapat bantuan stimulasi kopi dalam mengerjakan soal matematika, dan berhasil mendapatkan skor yang lebih baik.

Meski hasil studi ini memperlihatkan betapa baiknya efek aroma kopi, ada batasan dalam studi ini, salah satunya adalah ukuran studi yang sangat kecil. Namun demikian, temuan ini telah sangat membantu para peneliti untuk meningkatkan pemahaman mereka atas efek aroma terhadap pikiran manusia.

Tim peneliti berencana untuk melakukan studi lanjutan untuk mempelajari efek lain dari mencium aroma aroma kopi. "Penciuman adalah salah satu indra kita yang paling kuat," ujar Madzharov.

"Banyak bidang, seperti arsitektur, perusahaan, toko, dan lainnya, yang bisa memanfaatkan suatu aroma untuk meningkatkan pengalaman penikmat jasanya," imbuhnya.