Perusda
Bank SUlsel Bar

Angka Pengangguran Terbuka Sulsel Tinggi, Soni Imbau OPD

on 20/7/18 Oleh Muhammad Fajar Nur
Angka Pengangguran Terbuka Sulsel Tinggi, Soni Imbau OPD
Ilustrasi.(Ist)

KabarMakassar.com -- Tingkat Pengangguran Terbuka Sulawesi Selatan (TPT Sulsel) yang menjadi salah satu rujukan dalam melihat angka pengangguran di Provinsi Sulsel meningkat hingga menembus 5,39 persen periode Februari 2018. 

Data ini dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rapat koordinasi pelaksanaan pembangunan daerah Provinsi Sulsel triwulan II 2018, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 19 Juli 2018 kemarin.

TPT yang menembus 5,39 persen periode Februari 2018 meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2017 yang hanya 4,77 persen.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono kemudian merespon peningkatan angka pengangguran Sulsel dengan menjelaskan  naiknya angka pengangguran menjadi salah satu tugas tambahan untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bersinergi mencarikan solusi.

“Dari solusi itu nanti melahirkan sebuah gagasan agar bagaimana menekan angka pengangguran. Hanya saja angka yang dipaparkan ini sifatnya masih sementara,” kata Sumarsono.

Salah satu solusi yang diusulkan Sumarsono adalah mengimbau kepala OPD mempercepat lelang tender proyek guna membuka lapangan kerja baru.

“Karena proyek belum semua jalan di lapangan. Nah kalau lelangnya sudah selesai, dan fisik sudah beroperasi pada pekerjaan, keterbukaan lowongan pekerjaan juga sudah ada, saya kira itu akan mengurangi fenomena pengangguran,” ulasnya.

Ia juga menginstruksikan agar suruh seluruh OPD dan kepala daerah segera mempercepat realisasi fisik. 

“Tidak usah menunggu gubernur definitif atau bupati definitif baru bisa jalan, semua pemerintahan harus jalan,” ujarnya.

Imbau Soni Sumarsono berlandaskan pada penyampaian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan, Marni Misnur yang sebelumnya telah menjelaskan Serapan DAK Fisik Provinsi Sulawesi Selatan pada Semester I Tahun 2018 masih tergolong rendah dengan persentase baru mencapai 16,83 persen.

Diketahui, peningkatan angka pengangguran Sulsel yang meningkat ditengah pertumbuhan ekonomi Sulsel yang baik menunjukkan kendati ekonomi Sulsel tumbuh dari 7,23 persen menjadi 7,41 persen, namun tidak dapat membendung peningkatan pada jumlah penduduk yang tidak terserap oleh dunia kerja.