Perusda
Bank SUlsel Bar

Pemuda Masjid DMI Siap Cetak Pengusaha Muslim

Dewan Masjid Indonesia

on 29/6/18 Oleh Hendra N. Arthur
Pemuda Masjid DMI Siap Cetak Pengusaha Muslim
Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja PP DMI, M. Arief Rosyid Hasan. [Foto: ist]

KabarMakassar.com -- Kader Pemuda dan Remaja Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengaku siap mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui kegiatan-kegiatan di Masjid dan Mushollah.

Hal ini seperti disampaikan Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid PP Dewan Masjid Indonesia (DMI), M Arief Rosyid Hasan setelah mendengarkan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP DMI. 

Ketua Umum PB HMI Periode 2013-2015 ini mengaku siap menciptakan pengusaha-pengusaha muslim yang dimulai dari aktifitas ekonomi dan sosial di masjid-masjid.

Apalagi dengan kehadiran ISYEF (Indonesian Islamic Youth Economic Forum). Komunitas ini kini telah menjadi gerakan baru Pemuda lintas komunitas juga lintas golongan.

Dia berharap masjid menjadi wadah pemuda untuk berekspresi secara positif.

Dia mengaku berangan-angan agar Masjid bisa menjadi Youth Center, pusat aktivitas pemuda. Mereka bekerja disana, berdagang, berpolitik, juga melakukan aktivitas sosial.

Masjid sebagai masa depan pemuda yang darinya lahir banyak tokoh-tokoh masa depan Indonesia di bidang sosial, ekonomi, politik dan sebagainya.

"Kami juga berharap pembentukan ini akan bersamaan dengan lahirnya Youth Center di Gereja, Vihara, Klenteng, Pura, atau tempat-tempat ibadah yang lain," ucap tokoh muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar ini.

Jusuf Kalla, yang juga sebagai Ketua Umum DMI sebelumnya menyebutkan Indonesia kurang lebih memiliki 800.000 masjid dan mushola dan ini terbesar di dunia.

Jika masing-masing masjid tersebut mempunyai program bagaimana memakmurkan jamaahnya, memakmurkan wilayah sekitarnya, maka segala perubahan yang kita mimpikan akan segera terwujud.

Masalah-masalah ekonomi dan sosial seperti kesenjangan juga kemiskinan yang tak pernah habis kita bicarakan perlahan-lahan akan semakin berkurang. Sekalipun soal-soal merebaknya politik identitas dan yang lainnya. 

Juga berdasarkan data dari Merial Institute, masalah-masalah pemuda seperti urbanisasi pemuda desa ke kota yang semakin besar, pemuda kian sakit-sakitan, juga masalah pengangguran pemuda yang sangat besar Persoalan urbanisasi pemuda bisa jadi akan ditemukan jawabannya dengan mengaktivasi peran pemuda di Masjid. (*)