Perusda
Bank SUlsel Bar

Paslon Ini Unggul di Persoalan Kemaritiman

Oleh : Andi Januar Jaury Dharwis 

on 24/6/18 Oleh Hendra N. Arthur
Paslon Ini Unggul di Persoalan Kemaritiman
[ist]

KabarMakassar.com --- Dengan identifikasi masalah kemaritiman sebagaimana keadaan geographic dan demographic di Sulawedi Selatan.

Fakta yang menyebutkan 75 persen wilayah Sulsel adalah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan garis pantai sepanjang 1.993,7 kilometer dan luas wilayah laut 94.399,85 kilometer persegi.

Terdapat 313 pulau-pulau kecil, 18 Kabupaten/Kota pesisir dari 24 Kabupaten/Kota di Sulsel.

Batasan kewenangan masing-masing tingkatan otonomi sepanjang 0 - 8 mil merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, tetapi yang melakukan eksploitasi sumber alam laut di wilayah itu adalah masyarakat Kabupaten/Kota.

Keseluruhan hal ini menanti kebijakan yang lebih produktif dan berkelanjutan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih nantinya. 

Melalui mitra Pasangan Calon No. 4 yakni Partai Demokrat menilai kandidat ini sangat memahami dimensi persoalan tersebut. 

Bahkan potensi sumber daya alam laut yang dimiliki Sulsel, dengan semboyan "Jalasveva Jayamahe" yang artinya di Laut Kita Jaya telah memandu gambaran visi kemaritiman yg menjadi visi paslon ini.

Misi rumah produktif yang nantinya tersebar di seluruh Kecamatan se-Sulsel khususnya kecamatan pesisir akan berperan pemberdayaan melalui optimalisasi sumber daya manusia setempat dengan sumber daya alam laut. 

Tujuannya untuk meningkatkan nilai tukar khususnya nelayan setempat serta masyarakat sekitar yang akan dibekali keterampilan serta modal usaha.

Selama ini Sulsel hanya menjual bahan baku atau raw material dengan nilai rendah. Kehadiran rumah produktif yang bersinergi dengan dinas terkait baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/kota menerapkan kebijakan yang seimbang antara produksi alam serta pemanfaatan yg berkelanjutan dan aman. 

Paslon no 4 juga akan melakukan upaya-upaya rehabilitasi sebagai penunjang ekosistim guna menjaga tingkat produksi sumber daya alam laut.

Menjaga harga sektor perikanan melalui peningkatan volume ekspor agar seluruh hasil tangkapan tetap bersandar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tersebar di Sulsel sehingga bisa menjaga daya produksi untuk berkontribusi pada PDRB Sulsel. 

Akhirnya rumah produktif juga berfungsi sebagai pelayanan ijin-ijin alat transportasi laut, serta ijin berlayar untuk lebih memudahkan masyarakat pesisir dan pulau-pulau dalam berusaha di sektor kelautan dan perikanan.

Rumah produktif yang dilengkapi dengan 4 professor ini salah satunya menguasai perikanan laut yang akan mendorong volume  perikanan yang beroriantaasi pada budi daya.

Sehingga iklim usaha masyarakat masyarakat pesisir dan pulau-pulau akan meningkat dan aman.

Paslon no 4 akan melakukan optimalisasi potensi geographic Sulsel yang menjadi gerbang Indonesia timur sebagai hub perikanan nasional. (*)