Perusda
Bank SUlsel Bar

Jelang pilkada Panwaskab Jeneponto gelar Rakor

on 11/6/18 Oleh A. Nurul Gaffar
Jelang pilkada Panwaskab Jeneponto gelar Rakor
Ketua Panwas Kabupaten Jeneponto, Syaiful saat memberikan sambutan Gedung Sipitangarri, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto pada Senin, 11 Juni 2018.(Ist)

KabarMakassar.com -- Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto menggelar rapat Koordinasi (Rakor) dengan seluruh Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) di 11 kecamatan beserta seluruh jajaran staf dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di Gedung Sipitangarri, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto pada Senin, 11 Juni 2018.

Rakor yang membahas pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 ini dihadiri Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful, Pimpinan Panwaslu Jeneponto, Hamka Lau, dan Sampara Halik, Sekretaris Panwaslu Jeneponto, Panwaslu Desa dan Kelurahan, Pimpinan Panwascam serta staf Panwascam se-Kabupaten Jeneponto.

Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful mengatakan, tujuan kegiatan ini agar kita penyelenggara mempunyai persamaan pandangan terkait pilkada.

"Adanya potensi pelanggaran terstruktur, sistematis. Kita berharap kerja-kerja teknis kita jalan beringan dengan KPU. tahapan ini pula sangat krusial. Jika kita mampu maka hasilnya akan diterima masyarakat Jeneponto," kata Saiful.

Tegasnya, jangan kehadiran kita justru membuat keresahan. Jangan kehadiran justru persoalan dan masalah.

"Pemimpin yang berkulalitas menghasilkan pemerintahan yang berkualitas," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jeneponto Muh. Alwi sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini yang dilaksanakan Panwaslu Kabupaten Jeneponto.

"Kegiatan ini kadang menjadi reunian bagi saya. Penyelenggara pemilu Dasar hukumnya undang-undang nomor 10 tahun 2016, dan undang-undang nomor 7 tahun 2017. Pihak Panwas ada istilah sejuta relawan. TPS yamg telah bentuk berjumlah 636 TPS. PKPU nomor 2 tahun 2018 yaitu proses itu pemiliah ada 2 tahapan. Sekarang dalam tataran menyiapkan C6, C6 itu dibubuhi nama-nama pemilih. Pendistribusian Panwas sebaiknya mengawasi agar tepat sasaran," ungkap Muh. Alwi.

Ia menambahkan, pemilih harus menunjukkan KTP elektronik atau surat keterangan. Pasalnya, itu menjadi kriteria untuk mengikuti pemilihan pada pilkada serentak tahun 2018.

"Tapi ada juga surat edaran pemilih menunjukkan minimal ada C6.  Antisipasi pemilih menggunakan kondom pada jari kelingking sehingga dapat memilih lebih dari satu kali," tutupnya.