Perusda
Bank SUlsel Bar

Sulsel Butuh Penguatan Investor Sementara

Oleh : Andi Januar Jaury Dharwis

on 4/6/18 Oleh Hendra N. Arthur
Sulsel Butuh Penguatan Investor Sementara
[istimewa]

KabarMakassar.com -- Saat seluruh calon Kepala Daerah peserta pemilukada serentak tahun 2018 menempatkan kepercayaan investor sebagai salah satu konsep unggulannya. 

Adapun investor yang dimaksud adalah investasi permanen dalam wujud pabrik-pabrik pengolahan yang diharapkan menjadi ikon keberhasilan Kepala daerah dalam membangun daerah dan penyerapan lapangan kerja. 

Keadaan konvensional ini berakselerasi monoton dan tidak berdampak sistemik terhadap iklim usaha setempat yang diharapkan padat karya sebagaimana tujuan investasi tersebut. 

Formalitas berlaku bagi seluruh pemangku kepentingan pihak-pihak yang terkait. Sehingga kehadiran investasi ini hanya dirasakan oleh segelintir masyarakat yang terseleksi mendiami wilayah tersebut.

Pandangan tentang semakin banyak volume uang yang beredar di masyarakat semakin besar. Kesempatan masyarakat tersentuh. Mengambil peran apakah dalam lingkup jasa dan lapangan usaha. 
Untuk menambah volume perputaran uang di wilayah tersebut dibutuhkan kehadiran pihak-pihak yang berkunjung ke wilayah tersebut dan akan mengeluarkan uang selama kunjungannya. 

Situasi ini biasanya mendobrak iklim formal yang sedang terjadi di suatu wilayah. Akhirnya dibutuhkan ruang kreatif dalam dimensi non formal tetapi memenuhi syarat yang sesuai dengan  selera pasar. 

Ruang kreatif itu dilakoni masyarakat setempat saat terjadi kunjungan pihak-pihak dari luar. Ketika peran pemerintah dibatasi untuk berinteraksi dengan pengunjung tersebut. 

Maka terbukalah ekspresi ruang kreatif di iklim kepariwisataan. 

Kunjungan pihak-phak dari luar itu adalah wisatawan yang tertarik berinteraksi dengan keunggulan wisata sebuah wilayah. 

Kegiatan masyarakat luas secara kreatif melalui technology informasi menjadi salah contoh nyata perangkat kreatif atau aktifitas non-formal itu. Partisipasi masyarakat ini sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 Tentang Kepaariwisataan yang berujung pada kehadiran wisatawan yang tepat disebut sebagai "investor sementara". 

Dapat dibayangkan jika investor sementara ini terus bertambah akibat strategi yang diperankan seluruh stakeholders Pariwisata di Sulawesi Selatan. Wisatawan jelas akan melakukan aktivitas belanja barang dan jasa yang tersebar dan disediakan seluruh masyarakat baik secara formal maupun non formal. 

Mulai dari hotel, restoran berbintang hingga ke pelaku usaha menengah dan mikro jelas akan memperoleh manfaat dari aktifitas wisatawan itu. Kehadiran Pemerintah dalam kondisi itu akan mampu mendistribusi peredaran uang wisatawan ini secara merata ke seluruh elemen masyarakat.

Dengan demikian kebijakan di bidang Pariwisata hadir dan bisa menjadi ruang bagi kesejahteraan. 

Aktivitas belanja wisatawan ini juga menjadi rekaman tersendiri bagi statistik dan pemerintah daerah. Perputaran uang dari aktifitas itu bisa menjadi kontributor Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ketika kemampuan produksi barang dan jasa sebuah daerah terkelola dengan baik. 

Akhirnya rekaman ini bisa memberi sumbangan terhadap penilaian pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Keadaan ini meninggalkan pandangan konvensional yang menghubungkan angka-angka pertumbuhan ekonomi dengan kehadiran pabrik-pabrik pengolahan permanen atas komoditas unggulan sebuah daerah. 

Sulsel memiliki banyak keunggulan wisata yang berkarakter sesuai dengan selera pasar saat ini. Belum lagi daerah ini didukung dengan letak geografis yang strategis. Posisinya menjadikan Sulsel sebagai "The Heart of Wonderful Indonesia". 

Bermodalkan realisasi kunjungan domestik yang telah mencapai hingga 7,5 juta pertahun dan mancanegara 300.000 lebih sudah memberi manfaat nyata atas volume belanja pengunjung selama ini. Tinggal bagaimana semua pihak bisa menjaga dan meningkatkan di masa-masa yang akan datang. 

Ini yang perlu menjadi perhatian semua pihak. Kehadiran "Investors Sementara" ini juga menjadi incaran daerah-daerah lain di seluruh nusantara. Pemerintah Provinsi lain telah menyaksikan manfaat nyata dari kebijakan di sektor kepariwisataan ini untuk kesejahteraan dan kemajuan daerah. 

Akhirnya Sulsel harus terus berbenah yang bukan lagi pada konteks volume produk, tetapi memoles keunggulan secara berkualitas, infrastruktur sumber daya manusia yang berkualifikasi, serta berdaya saing tinggi.