Perusda
Bank SUlsel Bar

Intip Gejala SIDS,  Penyebab Meninggalnya Cucu Aa Gym

on 24/5/18 Oleh Redaksi
Intip Gejala SIDS,  Penyebab Meninggalnya Cucu Aa Gym
Ilustrasi.(ist)

KabarMakassar.com--Pemuka agama Indonesia, Aa Gym, sedang berduka atas meninggalnya cucu dari anak kedua beliau pada 20 Mei 2018 lalu. Dikabarkan bahwa almarhumah meninggal dalam usia dua bulan, dan didiagnosis Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

dr. Uditia Alham Sakti, Dokter Umum dan Founder Dari Komunitas Health & Youth menjelaskan kepada Redaksi KabarMakassar.com pada Rabu, 23 Mei 2018 mengungkapkan SIDS merupakan salah satu penyakit yang sulit dijelaskan.

"SIDS alias kematian mendadak yang terjadi pada infant pada tahun pertama  kehidupannya yang penyebabnya sampai sekarang tidak dapat dijelaskan. Namun ada beberapa factor resiko yang dianggap berhubungan dengan terjadinya SIDS ini pada bayi baru lahir. Tetapi sampai sekarang belum ada mekanisme jelas bagaimana SIDS ini terjadi, "jelasnya.

dr. Uditia juga menjelaskan bahwa seorang bayi diduga SIDS bila diagnosis penyakit lainnya telah disingkirkan dan kematian bayi tidak jelas oleh karena apa. Ada beberapa faktor resiko yang sangat berperan terjadinya SIDS pada bayi adalah bagaimana bayi anda saat dia tidur, untuk mengurangi terjadinya resiko SIDS pastikan bayi anda tidur pada keranjang bayi sendiri alias tidak tidur bersama bayi lain, posisi terlentang dan usahakan tanpa selimut (cukup baju tidur). SIDS seringkali terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan dengan rata-rata usia 2-4 bulan dan yang mengkonsumsi susu formula serta lahir dengan kondisi prematur atau berat badan lahir rendah. 

"Faktor resiko lainnya bisa berasal dari ibu, yaitu saat masa kehamilan ibu tidak rajin kontrol kehamilan atau Antenatal Care baik ke bidan atau dokter. Ibu yang usianya terlalu muda (masih remaja) serta ibu yang selama kehamilan punya kebiasaan merokok dan juga konsumsi alkohol saat kehamilan, "tambahnya.

Pada level genetik juga berpengaruh, pada beberapa penelitian SIDS diduga terjadi akibat kelainan yang disebut Channelopathy atau adanya kerusakan kanal ion pada sel-sel tubuh bayi yang diduga SIDS. Kelainan pada kanal ion ini bisa berdampak ke jantung, karena yang membuat jantung bisa memompa adalah karena adanya mekanisme kanal ion ini. Selain itu  pada bayi SIDS diduga terjadi mutasi gen pada sistem saraf otonomnya yang mengatur fungsi jantung, otak dan organ-organ lainnya. Namun dugaan ini masih dalam penelitian. 

Untuk mencegah terjadinya SIDS tidak ada pencegahan khusus, karena memang sebabnya masih belum pasti dan masih dalam penelitian. Namun langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah mengurangi faktor-faktor resiko yang sudah saya sebutkan di atas terutama perhatikan posisi bayi anda saat tidur, usahakan dalam posisi terlentang (tidak tengkurap) , jauhkan dari paparan asap rokok dan polusi serta usahakan bayi mendapatkan ASI dari ibunya selama masih bisa.

Namun, meskipun SIDS tidak menimbulkan gejala, ada beberapa cara bagi orang tua untuk menjaga tidur bayi tercinta tetap aman.

[Nur Fadhilah Sophyan]