BI Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di Sulsel

Ekonomi Sulsel

BI Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di Sulsel

KabarMakassar.com--Bank Indonesia Sulsel menggelar diskusi pemberdayaan ekonomi pesantren dalam rangka peningkatan ekonomi dan keuangan syariah di Clarion Hotel, Selasa 5 Juni 2018.

Ekonomi syariah dapat tumbuh berkembang lebih pesat apabila keuangan syariah dapat dikembangkan. Salah satunya, dengan pemberdayaan ekonomi di pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya."

"Saya sedikit menyampaikan bahwa terdapat 283 jumlah pesantren yang terdapat di Sulsel, dan terdapat pendidikan pondok pesantren salafiyah yang lebih bersifat tradisional yang memfokuskan pembelajaran kitab kuning," ungkap Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pesantren H. Faturahman M.Pd.

BI telah melaksanakan kegiatan ini, lanjutnya pemberdayaan ekonomi syariah di pondok, alangkah lebih baiknya menggandeng dinas perindustrian agar bisa bersinergi, diharapkan juga pikiran terhadap perekonomian membentuk kemandirian pondok masi minim, semoga kedepannya bisa segera terwujud.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso juga memaparkan bahwa BI dalam mengimplementasikan ekonomi berbasis syariah, guna mengembangkan ekonomi yang transparan, apalagi Indonesia akan dijadikan focus ekonomi syariah mendatang.

Kebijakan ini suatu upaya BI untuk mndukung keuangan syariah nasional untuk mendorong pengendalian harta dalam investasi produktif sehingga mendukung perekonomian nasional.

Melalui wadah ini dari berbagai otoritas dan lembaga terkait dapat diharapkan dapat bersinergi, besarnya pasar industri halal juga memprlihatkan besarnya potensi ekonomi syariah di Indonesia, untuk mencapai berbagai tujuan tersebut kita akan mengedukasi fokus kebijakan departemen ekonomi syariah yang akan dikembangkan dalam holding pesantren. 36 pesantren diseluruh Indonesia telah bekerjasama dengan BI.

"Kita perlu menjaga silaturahmi saling menguatkan, saling memberi masukan sehingga terjalin sinergi dari berbagai lembaga serta konsteibusi dari pihak-pihak lain demi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, "tutupnya. (*)

[Nur Fadhilah Sophyan]

Penulis :

Editor :