Mahasiswa Unibos Kecam Penebangan Pohon di Pettarani

Mahasiswa Unibos Kecam Penebangan Pohon di Pettarani

KabarMakassar.com -- Penebangan pohon di sepanjang Jalan A.P Pettarani Makassar yang dimulai pada hari, Jumat 25 Mei 2018 lalu menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari lembaga Mahasiswa sipil pecinta alam (Mahasila 45) Fakultas Teknik Universitas Bosowa, Fatmawati Rauf selaku ketua umum mahasila 45  menuturkan bahwa selain merusak keindahan kota, pembangunan jalan layang tersebut memerparah kondisi polusi udara Kota Makassar.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar bersama PT Bosowa Margautama menebang pohon-pohon sepanjang jalan A.P Pettarani sebagai proses pembangunan tol sepanjang 4,3 Km dari Tol Reformasi ke Jl Sultan Alauddin.

"Penebangan puluhan pohon di sepanjang jln andi pangeran petrani tentu akan berdampak pada meningkatnya polusi udara," jelas Fatmawati Rauf kepada Redaksi KabarMakassar.com pada 29 Mei 2018.

Sementara itu, mantan ketua Mahasila 45, Alvianus somba menjelaskan pembangunan jalan layang yang bertujuan mengurangi kemacetan Kota Makassar tersebut mengeorbankan ruang terbuka hijau Kota Makassar.

"Tentu sangat berguna untuk mengurangi kemacetan di kota Makassar, namun di sisi lain penebangan pohon yang di lakukan secara tiba-tiba ini tentu sangat mengurangi ruang terbuka hijau di Kota Makassar,"

Perlu diketahui, berdasarkan Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyebutkan bahwa 30% wilayah kota harus berupa RTH yang terdiri dari 20% publik dan 10% privat. Sedangkan menurut data yang diterima Redaksi KabarMakassar.com, ruang terbuka hijau Kota Makassar hingga Oktober 2017 baru mencapai 12% dari target 30%.

"Kita ketahui bersama alasan munculnya istilah 'menebang satu pohon sama halnya membunuh 1000 nyawa manusia' dikarenakan pentingnya peran pohon bagi kehidupan manusia, ini yang kita sesalkan," jelas pria yang kerap disapa Alvin itu.

[Nur Fadhilah Sophyan]

Penulis :

Editor :