Perusda
Bank SUlsel Bar

Soni Ikuti Prosesi Adat Mattompang Arajang di Wajo

on 9/5/18 Oleh Fritz Wongkar
Soni Ikuti Prosesi Adat Mattompang Arajang di Wajo
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono bersihkan benda pusaka di Wajo [Foto: Humas Pemprov Sulsel]

KabarMakassar.com -- Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono mendapat kehormatan untuk membersihkan benda pusaka La Tungke Palipu pada acara Mattompang atau pencucian benda pusaka di rumah adat Soraja Latenri Bali di Kabupaten Wajo, Rabu 9 Mei 2018.

Dengan hati-hati Sumarsono memperlakukan perawatan dengan cara meneteskan air jeruk dan membasahi permukaan bilan pusaka, kemudian mengusapkan pada bilah pusaka secara berulang-ulang kali hingga bersih.

Jeruk yang digunakan dalam proses matampang ini biasanya jeruk nipis (lemo kopasa) atau jeruk (lemo) pattompang yang ukurannya besar. Perasan air jeruk atau secara kimiawi mengandung zat asam yang mampu mengikat senyawa karat tanpa merusak permukaan bilah. Selain alami tidak merusak. Penggunaan perasan air jeruk juga menghasilkan aroma juga yang harum pada bilah pusaka.

"Mattompang adalah sebuah bentuk perlakuan perawatan terhadap benda pusaka kerajaan. Adapun tujuan Mattompang untuk membersihkan karat pada bilah pusaka untuk memunculkan pamor pada bilah pusaka," kata Kepala Dinas Pariwisata Andi Darmawangsa.

Manfaat Mattompang adalah bilah pusaka lebih terawat dan tahan lama. Memunculkan nilai estetika pada bilah pusaka dan sebagai media silaturahmi dalam komunitas tertentu.

Penggunaan dupa juga dihadirkan pada proses tompang merupakan bagian dari proses pemanasan (I Rellang) agar permukaan bilah benar-benar kering sehingga tidak cepat berkarat setelah ditompang. 

Tradisi Mattompang dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan leluhur sekaligus
sebagai perekat dalam rumpun
keluarga pemilik pusaka yang ditompang. 

Adapun benda identifikasi pusaka yang dibersihkan, sebagai berikut:

Nama pusaka : La Tungke Palipu

Jenis pusaka : Sapukala (sapu rata) 

Motif/Tanda/ Pamor: Lappa Paria, Mabunga Fejje, Ure Tuwo, Mattimpa Laja, Mallaso Ancale, Maddaung Ase

Tatarapeng (keris): terbuat dari emas seberat 215 gram

Wanua (sarung) : terdiri dari 11 biji batu mulia

Pangulu (gagang) : berhiaskan 21 Batu Mulia

Selain Pusaka La Tungke Palipu, pada acara tersebut juga dihadirkan pusaka keris La Makkarateng Dg Mareppa, satu buah Tombak dari Kerajaan Kutai Kartanegara, satu pasang Salapu dan Petta Ranneng, satu buah Tappi Lamba Asera dan satu buah Kawali Malela.(*)