Perusda
Bank SUlsel Bar

Kenali Penyebab dan Gejala Hidrosefalus pada Bayi 

on 8/5/18 Oleh Redaksi
Kenali Penyebab dan Gejala Hidrosefalus pada Bayi 
ilustrasi[ist]

KabarMakassar.com-- Hidrosefalus (kepala-air, istilah yang berasal dari bahasa Yunani: "hydro" yang berarti air dan "cephalus" yang berarti kepala; sehingga kondisi ini sering dikenal dengan "kepala air") adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.

Kondisi pembesaran ukuran kepala bayi akibat kondisi medis yang cukup menakutkan. Kondisi ini dapat terjadi akibat adanya penumpukan cairan didalam otak. Bila tidak segera ditangani maka dampaknya akan sangat bahaya untuk si janin dan bayi baru lahir.

Memiliki bayi yang mengalami keluhan penyakit tentu menuai kekhawatiran yang besar untuk kita para orangtua. Betapa tidak, kondisi penyakit yang melumpuhkan kesahatan si buah hati akan dapat membuat mereka terkulai lemah dan tidak berdaya.

Sama halnya dengan kondisi kesehatan hidrosefalus yang menyerang seorang bayi baru lahir. Kondisi penyakit ini seringkali ditandai dengan pembesaran ukuran kepala bayi yang tidak normal. Penderita hidrosefalus akan mungkin menampakan ukuran kepala yang jauh lebih besar dari ukuran kepala bayi pada umumnya.

-Penyebab dan Gejala Hidrosefalus Pada Bayi Baru Lahir
Sementara itu, hidrosefalus sendiri merupakan sebuah penyakit yang terjadi akibat adanya kelainan atau gangguan akibat cairan didalam otak. Gangguan inilah yang menyebabkan kelebihan cairan meningkat dan selanjutnya kondisi ini akan menekan jaringan yang ada didalam otak. Bagian sekitarnya pun akan pula terkena imbasnya, terutama pada bagian syaraf pusat yang vital. Oleh karenanya penyakit yang satu ini seringkali menyerang bayi baru lahir.

Nah, untuk meningkatkan rasa waspada orangtua terhadap kondisi penyakit yang satu ini. Maka kali ini kita akan kupas lebih dalam seperti apa penyebab dan gejala dari penyakit yang satu ini. Untuk itu, mari kita simak beberapa halnya dibawah ini.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan resiko hidrosefalus pada bayi baru lahir dapat terjadi. Beberapa kondisi ini pada umumnya patut diwaspadai dengan betul. Sebab beberapa kondisi ini dapat mengindikasikan adanya keluhan berbahaya yang berkaitan dengan jaringan pada otak bayi.

dr. Uditia Alham Sakti, S.Ked, salah satu Dokter Umum Makassar mengatakan, "Pada anak yang sudah lebih dewasa, pembesaran dari kepala tidak akan terjadi karena tulang kepala sudah melekat erat satu sama lain. Sehingga gejala yang mungkin timbul dapat berupa mual, muntah, gangguan penglihatan seperti kabur atau objek terlihat ganda, gangguan keseimbangan, koordinasi buruk, gangguan gaya berjalan, gangguan berkemih, gangguan perkembangan, serta gangguan dalam mengingat. Untuk diagnosis penyakit ini dokter akan mengukur pertumbuhan kepala anak dan bila telah melewati garis pertumbuhan yang seharusnya maka dapat dicurigai manifestasi dari hidrosefalus, namun harus diperiksa lebih lanjut untuk lebih memastikan. Tanda-tanda kecurigaan lainnya,  pada bayi celah pada tulang otak semakin melebar, selain itu terjadi pelebaran pembuluh darah di sekitar kepala. Untuk penderita yang tidak menunjukkan tanda-tanda tersebut biasanya akan butuh pemeriksaan penunjang seperti USG, CT-Scan, MRI (Jenis Pemeriksaan Radiologi), hingga pemeriksaan analisa cairan otak, "jelasnya.

Nah, untuk mengetahui beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan hidrosefalus dapat terjadi pada bayi baru lahir diantaranya adalah:
-Terjadi penyumbatan yang membuat cairan CSF ini menjadi tidak bisa kering
-Produksi cairan cerebrosfinal fluid (CSF) yang berlebihan
-Adanya kista di bagian otak
-Adanya tumor otak
-Adanya kanker
-Adanya infeksi di bagian otak karena jamur atau bakteri dan parasit
-Adanya malformasi otak
-Adanya cedera di bagian otak
-Adanya pendarahan di otak
-Adanya masalah tau gangguan radang otak
-Adanya masalah atau kelainan di pembuluh darah yang ada di otak

Beberapa kondisi diatas pada umumnya mengindikasikan adanya penyakit bahaya. Jadi demikian, segera konsultasikan masalah ini dengan dokter anak. Agar demikian, penanganan lebih lanjut dapat dilakukan.

-Faktor Resiko Penyebab Hidrosefalus Pada Bayi dalam Kandungan.
Selain beberapa kondisi diatas, ada pula beberapa kondisi yang dapat beresiko memicu hidrosefalus pada bayi dalam kandungan. Diantaranya adalah:

Cacat tabung saraf, adanya pendarahan yang terjadi di otak, Infeksi yang terjadi saat kehamilan, adanya cedera otak, adanya malformasi otak, adanya infeksi otak
Jangan sepelekan kondisi ini, segera bawa kondisi anda pada dokter untuk dilakukan penanganan yang lebih baik. Sehingga diagnosa penyakit ini akan bisa didapatkan dengan segera.

-Gejala Hidrosefalus
Linglung, anak sering merasakan sakit kepala, Inkontinensia, terjadi masalah keseimbangan dalam pertumbuhannya, anak mengalami sulit berjalan, anak sering mengalami mual dan muntah, ada koordinasi yang lemah, dementia, perubahan kepribadian, koma hingga bisa menyebabkan kematian.

Untuk orangtua harus lebih memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak, bila dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya terdapat masalah maka segera periksakan ke dokter untuk diketahui penyebabnya yang bisa saja disebabkan oleh hidrosefalus. Terapi hidrosefalus pun bermacam-macam tergantung berat tidaknya perkembangan penyakit ini saat anda memeriksakannya ke dokter. Semakin cepat ditangani tentunya akan sangat menentukan perbaikan gejala yang akan dialami oleh anak.

Itulah dia beberapa gejala yang mungkin ditunjukan dari kondisi hidrosefalus yang menyerang bayi baru lahir. Segera bawa kondisi si kecil ke dokter terdekat agar penanganan yang lebih baik bisa segera didapatkan.
[Nur Fadhilah Sophyan]