Perusda
Bank SUlsel Bar

Miris, Kakek tinggal digubuk reok selama 15 tahun

on 4/5/18 Oleh A. Nurul Gaffar
Miris, Kakek tinggal digubuk reok selama 15 tahun
Foto keadaan dalam rumah kakek yang hidup di gubuk reoknya selama 15 tahun pada Jumat (04/05/18).(Foto: KabarMakassar.com)

KabarMakassar.com -- Sungguh miris melihat derita hidup yang dijalani Kakek Agus Bau (70) warga Kampung BellaBoritta, Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto yang terpaksa hidup sebatang kara di sebuah gubuk reok berukuran 4X3 meter.

Saat dijumpai oleh Redaksi KabarMakassar.com pada Jumat 04 Mei 2018, pria yang kerap disapa kakek Bau ini menjelaskan dirinya sudah lama tinggal di gubuk reok selama 15 tahun.

Kakek Bau akhirnya hanya bisa pasrah dengan keadaan yang dihadapinya, bahkan rumah reok yang sedang ditinggali Kakek Agus Bau merupakan rumah semi permanen bekas milik saudaranya.

Sebagai seorang pria paruh baya, kakek Bau sudah tidak memiliki kemampuan untuk bekerja. Kakek Bau biasanya hanya dipanggil oleh tetangga untuk melakukan pekerjaan ringan dan setelah itu  mendapatkan imbalan dan terkadang mendapatkan lauk untuk menghindari lapar.

Dari penelusuran Jurnalis KabarMakassar.com di kediamannya memang sungguh sangat memprihatinkan karena kakek bau hanya bisa menghidupi dirinya kadang kala dari tetangga memberikan lauk untuk santapan makan malam.

Untuk sumber listrik pun kakek Bau memperolehnya dari sambungan tetangga. Rumah yang sudah tidak layak itu juuga tidak mampu bertahan ketika musim hujan tiba dikarenakan dinding, atap dan papan rumah yang sudah bocor.

Agussalim, Salah satu aktivis Gerakan pemuda Ansor Cabang Jeneponto menyayangkan masih adanya masyarakat miskin yang masih belum dilihat dan diurus oleh pemerintah.

"Kehidupan yang dijalani orang tua tersebut saat ini memang sungguh memilukan. Untuk bertahan hidup, kakek Bau hanya bisa menunggu uluran tangan dari tetangga," ungkap Agus kepada Kabarmakassar.com.

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Jeneponto tersebut berharap, adanya kepedulian Pemerintah Daerah terhadap nasib warganya yang hidup dalam kondisi memprihatinkan seperti yang dialami Kakek Bau.

Perlu diketahui, Indonesia sebenarnya telah mengatur kehidupan warga negara miskin dan peran pemerintah. Tertulis dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 34 ayat satu yang berbunyi "Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.​​​​​​".

Oleh karenanya, Agus berharap agar masyarakat dapat bersimpati untuk membantu kakek Bau dan kepada Pemerintah Daerah Jeneponto untuk mengunjungi kakek Bau sekaligus memberikan bantuan yang berhak kakek Bau dapatkan dari negara.