Perusda
Bank SUlsel Bar

Massa pendukung Paslon Jeneponto Nyaris Bentrok

on 2/5/18 Oleh A. Nurul Gaffar
Massa pendukung Paslon Jeneponto Nyaris Bentrok
Massa kedua pendukung Paslon Bupati pada saat mau bentrok

KabarMakassar.com -- Pilkada Jeneponto sudah dekat, namun situasi demokrasi yang diselenggarakan setiap 5 tahunan ini tercoreng lantaran adanya dugaan pemukulan dan pengroyokan salah satu Kepala Kelurahan di Benteng, Kecamatan Bangkala pada hari Selasa kemarin 1 Mei 2018 sekitar pukul 10.00 wita.

Peristiwa Pengeroyokan Kepada oknum Kepala Kelurahan Benteng Kecamatan Bangkala, Jeneponto yang diduga dilakukan oleh oknum simpatisan pasalon No.1 terjadi di jalan Lanto Daeng Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu, Jeneponto.

Hal itu diungkapkan Kasat Bimmas AKP Syahrul dalam pesan Whatsappnya, Rabu, 02 Mei 2018. Ronald (37) merupakan kepala Kelurahan Benteng menjadi korban pengroyokan di bilangan kota Jeneponto.

Menurut keterangannya usai melaporkan kejadiannya di Polres Jeneponto, Saat dari Bangkala menuju ke Lapangan Parang Passamaturukang dengan tujuan Menghadiri Upacara Hari Jadi Kab. Jeneponto dan sesampainya di Depan Kantor Daerah kab. Jeneponto Mobil yang ditumpanginya tiba- tiba di Pukul bagian belakang oleh salah satu pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto no urut 1.

Kaharuddin Kammu (50) memukul mobil sehingga berhenti dan turun untuk ingin mengetahui apa sebabnya dia pukul mobilnya ," Ujar Kasat Bimmas Polres Jeneponto AKP Syahrul dalam pesan Whatsappnya.

Namun, korban justru dianiaya oleh pelaku dan beberapa orang yang di ketahui simpatisan paslon nomor urut 1 dengan tagline " BISA " yang berjumlah kurang lebih 10 orang yang hendak berangkat kampanye ke wilayah zona 3, kecamatan Kelara dan Rumbia,  Kecamatan Jeneponto," lanjut Kasat Bimmas.

Unit Raimas Polres Jeneponto tiba di tempat kejadian Perkara untuk melerai kedua belah pihak sehingga situasi dapat dikendalikan. Akibat dari pengeroyokan tersebut korban mengalamai luka lecet pada lutut kanan, lecet pada siku kanan dan rasa sakit pada pinggang Kemudian korban melaporkan Ke polres Jeneponto untuk diproses secara hukum.