Nenek Hadaeng, Kartini Pengais Sampah di Makassar

Nenek Hadaeng, Kartini Pengais Sampah di Makassar

KabarMakassar.com--Hadaeng Daeng Sada (70), seorang nenek di Jl. Datuk Ribandang, Kota Makassar, menjadi tulang punggung dari keluarganya menggantikan sang suami yang berprofesi Tukang Becak yang saat ini sedang terbaring sakit, Hadaeng pun kini mencari pundi-pundi rupiah di kontainer sampah tempat ia biasa bekerja di Jl. Sultan Dg Raja.

Demi menyambung hidup, sehari-hari Hadaeng bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sekitar Rp 25.000. Padahal di usia yang senja, seharusnya ia habiskan bersama anak dan cucunya. Namun sayang, Hadaeng yang memiliki anak 6 telah ditinggal berkeluarga oleh anak-anaknya.

Usia tua, bagi Hadaeng, tidak menjadi penghalang untuk melanjutkan hidup dan merawat suami yang sakit. Ia terlihat nampak memiliki semangat Kartini yang masih mengalir pada dirinya. Meski ia mengaku bahwa sebelumnya ketika masih kuat, keliling mencari sisa sampah masih bisa ia lakukan.

Dengan tubuh yang sudah digerogoti usia, Hadaeng tak kenal lelah maupun kata menyerah. Baginya, bisa hidup mandiri sudah cukup. Hadaeng pun nyaris tak pernah meminta bantuan tetangga soal kebutuhan hidup. Meski jika bantuan itu datang dengan sendirinya, Hadaeng selalu merasa berat untuk menerima.

"Waktu masih kuat, tidak disini ji saja, masih bisaja keliling cari-cari plastik sisa sampah," kata Hadaeng sambil terus membongkar tumpukan sampah dihadapannya, Sabtu (21/4/2018).

Suka-duka juga mewarnai pekerjaan nenek ini, namun hal itu tak menggoyahkan semangatnya untuk terus bekerja demi keluarga tercinta.

Hanya mencari barang bekas, diusianya yang rentan Hadaeng sudah tidak bisa lagi mendapatkan penghasilan tambahan, hanya menggantungkan hidup pada satu kontainer yang bisa dijangkaunya.

Pada peringatan Hari Kartini 21 April 2018 ini, kisah nenek Hadaeng Daeng Sada adalah sekelumit kisah inspiratif perjuangan hidup seorang perempuan. Potret kegigihan seorang istri yang selalu siap mandiri demi menggantikan sang suami mencari nafkah meski sudah uzur dan rentan.
[Nur Fadhilah Sophyan]

Penulis :

Editor :