Perusda
Bank SUlsel Bar

Uniknya Rasa dan Aroma Sayur Rebung

on 7/4/18 Oleh Redaksi
Uniknya Rasa dan Aroma Sayur Rebung
ilustrasi[ist]

KabarMakassar.com-- Indonesia mempunyai ragam kuliner yang tiada tanding. Dengan bumbu, rempah, bahan dasar, dan teknik memasak yang beragam, terciptalah rasa yang khas dan lezat dari masing-masing daerah.

Tak salah kemudian jika Indonesia dikenal sebagai surga wisata kuliner.

Bagi anda yang hidup di kawasan perkotaan jangan harap bisa melihat rebung atau tunas bambu karena pohon bambu banyak tumbuh di daerah pedesaan sehingga berlimpah
tunas-nya, dulu waktu aku masih kecil siMbok saya sering masak sayur Rebung rasanya memang nikmat ada sensasi kriuk kriuknya dan pedas-nya kontras biarpun cabenya sedikit. 

Banyak sekali jenis bambu sehingga anda pasti bingung rebung bambu yang mana yang bisa di sayur, jika salah pilih bisa bisa jadi racun. Rebung bambu yang bisa di sayur antara lain  Bambu jalur, Bambu Kuning, Rampal/Suling, Ori (Pring Ori), ater, Bombong, Alur dan Bambu betung. Rebung betung berwarna merah cokelat dan ujung kelopak
pada rebung berwarna ungu.

Menurut beberapa penelitian yang dilakukan oleh para pakar Teknologi Pangan, rebung bambu betung paling disukai karena mempunyai tekstur dan cita rasa yang enak dan lunak. Rebung bambu Jika di kupas dalamnya berwarna putih, kecuali rebung bambu kuning warnanya lebih kuning.

Untuk rebung bambu kuning punya keistimewaan tersendiri, Rebung bambu kuning bisa tumbuh sepanjang tahun sehingga pemanenan rebung bambu kuning tidak mengenal musim.
Pada saat musim kemarau rebung tetap tumbuh. Hal ini berbeda dengan bambu biasa, yang hanya mengeluarkan rebung saat musim hujan.

Rasa dari aroma, rebung bambu kuning lebih harum. Seratnya lebih lembut. Jika rebung bambu putih atau bambu yang biasa memerlukan dua kali perebusan agar tidak gatal di lidah, maka rebung bambu kuning cukup sekali rebus.

Sayur Rebung kaya akan serat dan kalium yang bermanfaat untuk kesehatan, sebagaimana yang saya kutip dari parsleyandpepper.blogspot.com kandungan gizi lain-nya protein, lemak, karbohidrat, Tiamin, dan mineral-mineral penting lainnya seperti Kalsium, Besi, Fosfor, Kalium, dan Natrium.

Bersama-sama dengan Natrium, Kalium memegang peranan penting dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam basa dalam tubuh. Kalium juga berperan dalam transimisi saraf dan relaksasi otot, serta sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologis, terutama dalam metabolism energy, Sintesis glikogen,
dan protein.

Cara Membuat Sayur Rebung (Tunas Bambu) Yang Renyah, Pedas Dan Nikmat Disini kita akan membuat sayur rebung yang memakai santan, Bahan bahan-nya antara lain :

- 200 gram rebung (1 - 2 batang) potong menurut selera anda, biasanya siMbok saya iris kecil kecil sperti stik, tapi ada juga besar posisi miring.


- Daun melinjo untuk campuran secukupnya.


- 1/2 sendok makan ebi, dihaluskan, disangrai.


- 1 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 2 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya.


- 2 buah cabai merah besar, diiris miring.


-2 buah cabai hijau besar, diiris miring
- 1 sendok makan garam
- 1 sendok teh gula pasir
- 1.500 ml santan dari 1 butir kelapa
- 2 sendok makan minyak untuk menumis.


- Bagi anda yang Jawa tengah/timur kalau ada pakailah tempe semangit (hampir busuk) secukupnya di remas agak  kasar

Bumbu Yang Di Haluskan:
- Cabe rawit yang pedas secukupnya selera anda.


- 6 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih-â–º 3 butir kemiri, disangrai.


- 1 cm kunyit, dibakar
- 1/2 sendok teh terasi, dibakar

Cara memasak sayur rebung:
- Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas , daun jeruk, dan cabai sampai harum.
- Masukkan ebi dan tempe bosok (semangit) kemudian Aduk rata.
- Tambahkan rebung, daun melinjo, garam, dan gula dan Aduk rata.
- Tuang santan, sambil di aduk biar santan tidak mengental dan tunggu sekitar 3 menit. Sayur Rebung siap di sajikan...

Nah begitulah Cara Memasak Sayur Rebung (Tunas Bambu) Yang Renyah, Pedas Dan Nikmat mudah-kan... Yang susah itu cari rebung-nya karena adanya hanya di pedesaan dan
hutan serta di pinggir sungai. Selamat mencoba dan menikmati.

Kandungan seratnya yang tinggi yaitu 9,7 gram per 100  gram BDD (berat dapat dimakan) layak dipilih sebagai sumber serat alami. Serat pangan tidak dapat diserap dan dicerna oleh saluran pencernaan manusia, tetapi berfungsi penting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan sebagai komponen penting dalam terapi gizi.

Dietary Guidelines For American menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dalam jumlah tepat (20-35 gram/hari). Tujuannya untuk menghindari
kelebihan lemak dan kolesterol.

[Nur Fadhilah Sophyan, BerbagaiSumber]