Perusda
Bank SUlsel Bar

Ini Alasan Hadirnya Bassi Toayya Di Iklan KPU

on 1/4/18 Oleh Muhammad Fajar Nur
Ini Alasan Hadirnya Bassi Toayya Di Iklan KPU
Salah satu cuplikan iklan layanan masyarakat KPUD Sulsel yang menampilkan Bassi Toayya.(Foto: Youtube)

KabarMakassar.com --- Komisi Pemilihan Umum Daerah Sulawesi Selatan (KPUD Sulsel) kembali mengingatkan masyarakat masyarakat Sulsel agar sadar akan pentingnya terlibat dalam pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada bulan juni mendatang.

Humas KPUD Sulsel, Asrar Marlang menjelaskan salah satu strategi KPUD Sulsel dalam mengingatkan masyarakat Sulsel untuk memberikan suaranya dalam pilkada tahun adalah melalui iklan layanan masyarakat KPU.

Pria yang kerap disapa Asrar itu menjelaskan iklan layanan masyarakat KPUD Sulsel yang terbaru bekerjasama dengan Super DJ Mks dan Dandi Widi yang dapat diakses di Youtube berjudul "Ingatki Memilih Sampara".

"Kami bekerja sama dengan mereka dikarenakan mereka lagi jadi tren dengan karya-karya mereka sehingga kami harap bahwa pesan yang kami (KPUD Sulsel) sampaikan dapat menjangkau masyarakat di berbagai lapisan lebih luas,"ungkap Asrar saat diwawancarai oleh Redaksi KabarMakassar.com pada Sabtu, 31 Maret 2018.

Iklan berdurasi 1 menit tersebut menampilkan Adhy dan Sukry yang kerap dikenal dengan Bassi Toaya, dua pria makassar yang identik dengan lawakan lokalnya sedang membahas tentang tanda tinta di kelingking Adhy.

Sukry kemudian menanyakan alasan adanya tanda tinta di kelingking Adhy yang ternyata merupakan tanda telah memberikan pilihan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Dua pria yang kerap disapa Rannu dan Barumbung ini pun mengeluarjan lawakan-lawakannya yang menjelaskan pentingnya untuk berkontribusi aktif dalam pilkada nanti.

"Kita semua berhak menentukan masa depan daerah kita," dialog Adhy saat menanggapi ucapan Sukry yang tidak tertarik karena merasa pilkada tidak memiliki pengaruh buat dirinya.

Dalam iklan layanan tersebut, Asrar juga ikut terlibat sebagai salah satu pemain yang menjelaskan mekanisme memilih di Pilkada nanti. Asrar dalam iklan layanan masyarakat tersebut menjelaskan syarat untuk dapat memilih di pilkada nanti antara lain:

1. Memiliki KTP elektronik.
2. Jika tidak memiliki KTP, dapat melapor ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memastikan telah terdaftar sebagai pemilih.
3. berumur 17 tahun atau pernah menikah.

Alasan lain penggunaan iklan layanan masyarakat bekerjasama dengan komedian lokal menurut Asrar disebabkan keinginan KPU untuk mensosialisasi pesan-pesan KPU dalam bentuk yang lebih mudah di cerna oleh banyak kalangan, termasuk dalam kemasan komedi.

"Kita harap pesan-pesan KPU dapat sampai ke masyarakat secara luas dan berbagai segmen sehingga akan lebih luas jangkauan sosialisasi kami. Kedepan kami lagi mengolah materi-materi sosialisasi dengan model-model yang beragam agar segmen penerima jadi lebih luas lagi dengan harapan partisipasi pemilih akan meningkat dan target kami 78% partisipasi pemilih pada pilgub 2018," tambahnya.

Perlu diketahui, setelah Penetapan pasangan calon pada 12 Februari dan masa kampanye yang dimulai 15 Februari sampai 23 Juni 2018. Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pilkada direncanakan dilaksanakan dari 27 Juni sampai 3 Juli 2018.