Begini Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Makan

Begini Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Makan

KabarMakassar.com-- Mengenal gangguan makan, Dokter menggunakan evaluasi fisik dan psikologis untuk mendiagnosis gangguan perilaku makan. Mereka juga akan memastikan Anda memenuhi kriteria diagnostik untuk gangguan makan. Kriteria ini diuraikan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA).
Diagnosis gangguan makan diantaranya:

1. Evaluasi fisik
Pemeriksaan fisik
Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa tinggi badan, berat badan, dan tanda vital. Dokter juga akan memeriksa paru-paru dan jantung Anda, karena gangguan makan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau rendah, napas lambat, dan denyut nadi yang lambat. Dokter mungkin akan memeriksa perut Anda. Mereka juga dapat memeriksa kulit dan rambut Anda untuk melihat kelembapannya, atau mencari kuku yang rapuh. Selain itu, dokter mungkin bertanya tentang masalah lain yang mungkin terjadi, seperti masalah tenggorokan atau usus. Karena hal ini bisa jadi komplikasi bulimia.
Tes laboratorium
Gangguan makan bisa merusak tubuh dan menimbulkan masalah dengan organ vital. Jadi, dokter mungkin akan menjalani tes laboratorium, termasuk
-Memeriksa darah rutin
-Memeriksa fungsi hati, ginjal, dan tiroid
-Tes urine

Dokter juga mungkin akan menyarankan melakukan sinar-X untuk mencari tulang yang patah, yang bisa menjadi tanda kehilangan tulang dari anoreksia atau bulimia. Elektrokardiogram (EKG) dapat memeriksa penyimpangan jantung Anda.

Dokter Anda mungkin juga memeriksa gigi Anda untuk melihat tanda-tanda pembusukan. Ini adalah gejala lain dari gangguan makan.

2. Evaluasi psikologis Dokter tidak mendiagnosis gangguan makan hanya berdasarkan pemeriksaan fisik saja. Evaluasi psikologis oleh dokter spesialis kesehatan jiwa juga diperlukan. Dokter spesialis kejiwaan akan menanyakan kebiasaan makan Anda. Hal ini bertujuan untuk memahami sifat atau pola perilaku Anda terhadap makanan dan cara Anda makan. Dokter juga perlu mendapat gambaran bagaimana Anda memandang bentuk tubuh Anda.

Kapan seseorang bisa didiagnosis dengan gangguan makan? Sebelum dokter mendiagnosis Anda dengan gangguan makan, Anda harus memenuhi kriteria untuk jenis gangguan tertentu. Gejala gangguan makan pun berbeda-beda, tergantung dari jenis gangguan makan.

Ada empat jenis utama dari gangguan makan, yaitu:

-Anorexia nervosa adalah gangguan perilaku makan yang ditandai dengan ketakutan berlebih terhadap berat badan. Pasien cenderung membatasi asupan makanan dengan melakukan diet ekstrem yang sangat ketat. Mereka cenderung membiarkan dirinya kelaparan karena terlalu takut berat badan bertambah setelah makan.
-Bulimia nervosa adalah gangguan perilaku makan yang ditandai dengan episode berulang makan berlebihan yang diikuti dengan “pembersihan diri” alias “purging” dari makanan tersebut. Purging bisa dilakukan dengan cara memuntahkan makanan secara paksa bisa juga dengan minum obat pencahar atau diuretik, dan pil diet.
-Binge eating adalah gangguan perilaku makan yang tidak terkendali, tapi tanpa purging.
-Gangguan makan lainnya (OSFED) yaitu gangguan makan yang tidak sesuai dengan tiga jenis gangguan makan lainnya.

Penyebab pasti dari gangguan perilaku makan tidak diketahui. Namun, beberapa faktor bisa berperan terhadap gangguan ini.
Gangguan perilaku makan bisa dimulai pada masa remaja dan dewasa muda. Pada usia tersebut, banyak orang yang mati-matian berusaha untuk mendapatkan bentuk tubuh seperti model (yang pada kenyataannya belum tentu sehat). Beberapa gangguan mental seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan depresi juga dapat meningkatkan risikonya.

Gangguan makan bisa menjadi masalah yang serius jika tidak diobati dengan benar dan mendapat diagnosis dini. Beberapa orang mungkin menyangkal adanya masalah ini. Namun, gejala tertentu bisa menunjukkan bahwa seseorang memiliki masalah dengan pola makannya.

Setelah mendapatkan diagnosis dari dokter, barulah Anda bisa mulai merencanakan jenis perawatan terbaik untuk mengatasi gangguan. Dokter mungkin merujuk Anda pada psikolog, psikiater, ahli gizi, atau ahli lain yang berkaitan dengan kondisi Anda. Patuhi anjuran dari dokter dan fokuslah pada hidup sehat, bukan untuk menyembuhkan penyakit atau agar tubuh Anda bisa terlihat sempurna.

[Nur Fadhilah Sophyan/BerbagaiSumber]

Penulis :

Editor :