Cegah Penjualan Obat Terlarang, Apotik Wajib SIPPNAB

Cegah Penjualan Obat Terlarang, Apotik Wajib SIPPNAB

KabarMakassar.com --- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar meminta seluruh apotik di Makassar menerapkan Sistem Informasi Pencatatan Pelaporan Obat-Obat Narkoba (SIPPNAB). Hal ini dilakukan guna mencegah penjualan obat-obatan jenis narkotika secara bebas tanpa resep dokter.

Naisyah T Asikin selaku  Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar  mengatakan, SIPPNAB yang diterapkan setiap apotik terintegrasi langsung dengan Kementerian Kesehatan. Sehingga setiap transaksi penjualan obat-obatan dari apotik terekam dan memastikan tidak adanya penjualan obat keras tanpa resep dari dokter.

"Hari ini kita sosialisasi ke 150 pemilik apotik di Makassar. Dan sosialisasi ini terus kita lakukan agar apotik yang ada bisa menggunakan SIPPNAB," ujar Naisyah, Selasa, 3 April 2018.

Dari 491 apotik di Makassar, sedikitnya sudah 183 apotik menerapkan SIPPNAB. Dan diharap ditahun ini semua apotik secara bertahap sudah menggunakan SIPPNAB. Penerapan SIPPNAB di apotik sendiri adalah program nasional dari pusat. 

"Ini program dari pusat jadi semua apotik wajib menggunakan SIPPNAB. Pelaporan ini juga real time masuk di pusat jadi bisa ditahu obat-obatan apa saja yang dijual termasuk stock obat yang ada. Kami juga di Dinkes Makassar pantau transaksinya selain masuk langsung ke pusat," katanya.

Meski telah terpantau dan memberikan laporan melalui web transaksi penjualan obat setiap harinya, Dinkes Kota Makassar tetap aktif turun setiap bulan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Jika ditemukan ada kecurangan manipulasi, sanksi ringan hingga berat siap diberikan kepada pemilik apotik.

"Meski dipastikan tidak terjadi kecurangan, tetap setiap bulan kita turun lakukan pengecekan langsung. Saya juga akan bekerjasama SKPD teknis untuk mengimbau apotik menerapkan SIPPNAB dalam pengurusan izin-izinnya" tutupnya.

Penulis :

Editor :