Call-back Scam, Penipuan Baru Berkedok Missed Call

Kolaborasi Liputan6.com

Call-back Scam, Penipuan Baru Berkedok Missed Call

KabarMakassar.com --- Banyaknya keluhan sejumlah warganet di Tanah Air yang mendapat banyak panggilan tak terjawab atau missed call dari nomor luar negeri yang tak dikenal membuat pakar digital Forensik angkat bicara.

Pasalnya, missed call atau panggilan tak terjawab misterius dikeluhkan oleh pengguna seluler di Indonesia yang belakangan diketahui kalau panggilan tersebut upaya penipuan yang berasal dari negara asing seperti Kongo dan Kenya dengan mengambil pulsa korban yang terjebak dengan menelpon kembali nomor missed call tersebut.

Dilansir dari Liputan6.com, pakar Digital Forensik Ruby Alamsyah menambahkan, teknik panggilan dari luar negeri itu bernama Call-back Scam. Di mana, penipu akan terus-terusan menelepon ke nomor-nomor korban yang didapatkannya secara acak.

"Oknum ini melakukannya secara terorganisir dengan mengambil nomor lewat internet, ada software-nya juga, tapi ini bukan kebocoran dari pihak operator," tutur Ruby.

Dia mengungkap, bagaimana kurangnya kesadaran seseorang menuliskan informasi telepon di internet justru dapat membahayakan dirinya dan orang lain.

Misalnya, kata Ruby, seseorang menuliskan nomor teleponnya di situs jual beli atau platform lainnya di internet. Sang penipun pun akan mudah menganalisis nomor tersebut lalu mengubah-ubah sedikit nomornya.

Oleh karena itu, walaupun yang menuliskan nomor ponsel di internet hanya satu orang, jumlah korbannya pun akan berlipat ganda.

Ruby mengatakan, pelaku juga bisa menggunkaan berbagai perangkat lunak untuk melakukan panggilan scam. Kendati demikian, dia enggan menyebut nama software tersebut lantaran berpotensi untuk disalahgunakan.

Untuk itu, Ruby berpesan, sebaiknya siapapun tidak asal mencantumkan nomor teleponnya di internet karena bisa merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

Perlu diketahhui, kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di Australia. Menurut Ruby, para penipu bisa saja mendapatkan nomor telepon korban dari internet, sebab ada saja orang yang ceroboh menuliskan nomornya di internet.

Penulis :

Editor :