Perusda
Bank SUlsel Bar

Tiga Kriteria Hukuman Mati Pelaku Tindak Korupsi 

1 week, 5 days ago Oleh Hendra N. Arthur
Tiga Kriteria Hukuman Mati Pelaku Tindak Korupsi 

KabarMakassar.com -- Tiga kriteria pelaku tindak korupsi yang dapat dijatuhi hukuman mati oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menanggulangi korup.

Hal ini diungkapkan Direktoral Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, Ramah Handoko kepada KabarMakassar.com disela menghadiri kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Anti Korupsi yang digelar kementrian kemahasiswaan BEM FMIPA UNM 2018 di Kampus Phinisi Universitas Negeri Makassar, Rabu 10 Oktober 2018.

Menurutnya, tiga unsur atau kriteria yang membuat pelaku tindak pidana korupsi layak di jatuhi hukuman mati.  

"Nilai uang negara yang dikorupsi lebih dari Rp 200 miliar dan secara massif telah merugikan rakyat," ujarnya

Selain itu, lanjutnya pelaku tindak pidana korupsi penanggulangan dana bencana alam. Terakhir bersama pelaku korupsi sudah berulang-ulang kali melakukan korup.

Hukuman mati diatur dalam Pasal 2 ayat 2 UU 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Hukuman tersebut menjadi bagian dari Pasal 2 ayat 1 yang mengatur tentang perbuatan memperkaya diri dan orang lain yang dapat merugikan keuangan negara.

Lanjut, Handoko menjelaskan pelaku tetap dijatuhi hukuman mati kalau sesuai dengan kriteria, namun yang memutuskan bukan KPK melainkan Hakim.

Perlu diketahui sejauh ini belum ada pelaku tindak pidana korupsi yang dijatuhi hukuman mati baik yang diputus perkaranya oleh Majelis Hakim Tipikor maupun pengadilan umum.

Selain itu, narasumber yang hadir dalam kegiatan Seminar Nasional pendidikan Anti Korupsi yang berlangsung di Ballroom Teater Kampus Phinisi Universita Negeri Makassar. Dengan tema" Bersinergi Berantas Korupsi" 

Sejumlah nama-nama itu diantaranya Mantan Ketua KPK, Abraham Samad, Pembantu Rektor UNM, Prof DR. Renal. H. Muharram M.si, Kordinasi Divisi Korupsi Politik ICN Donal Fariz, Direktoral Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, Ramah Handoko.